Arsip

Kenangan.

 

Nikmati saja waktu sekarang meski terkadang pilu, sebab nanti jika sudah berlalu kau hanya bisa mengeja rindu.

Sementara kenangan bukan mesin waktu, hanya pengingat masa lalu.

Tak ada waktu yang bisa kembali.

Namun rindu itu suatu yang pasti, hadir ketika ketiadaan mulai menyentuh satu bagian dalam hati.

Kau tahu, kata orang, sesuatu akan terasa lebih berharga setelah menjadi kenangan?

 

–31082016 | Ita

Tentang Kapan Tuhan Lebih Tahu

image

Gambar: weheartit.com

Gambar

Karena aku selalu memohon pada Tuhan supaya kita dipertemukan di waktu yang benar-benar tepat. Bukan secepatnya. Waktu ketika kita sudah sama-sama siap. Dan aku tidak ingin protes karena hingga saat ini kita belum bertemu. Meski kadang aku rindu… memikirkan wajah dan suaramu yang entah seperti apa.

Kau tahu, yang penting adalah ‘untuk selamanya’ bukan ‘tanggal berapa’….

Baca lebih lanjut

Puisi Kita Sudah Mati Bahkan Sebelum Tiba di Larik Terakhir

large (5)

Gambar via weheartit.com

 

Kita hanya ditakdirkan bertemu di satu puisi
Puisi tentang bait-bait musim beku
Ditulis dengan melodi yang berfermentasi

Kisah kita sudah lusuh, kau tahu
Lalu mati
Aku yakin kau pun sudah sangat tahu

Tak perlu memaksa menulis satu puisi lagi
Tentang kau, aku, kita, apalagi tentang sendu

Puisi kita sudah mati bahkan sebelum tiba di larik terakhir.

–01062016| Ita

Tulus atau Hanya Kebodohan

 

Gambar : pinthiscars.com

Gambar : pinthiscars.com

 

Meskipun menyesakan setidaknya sekarang kuyakini ini adalah cara yang paling bahagia untukku. Aku tak pernah benar-benar siap untuk kehilanganmu. Mendengarmu menceritakan soal wanita lain sambil tertawa di depanku membuatku lebih tenang. Daripada memikirkan jika kau mendengar ceritaku tentang rasa yang kupendam begitu lama, lalu kau menghilang dari sisiku.

Kata orang, yang tulus justru yang tak terucapkan. Meskipun aku tahu, jika rasa ini tak pernah menjelma suara kau takkan pernah mendengarnya. Kau takkan pernah tahu bagaimana bentuk debaran yang kusimpan untukmu sejak lama. Entah ini berarti tulus atau hanya kebodohan….

 

–17032016 | ita

Ketika Waktu Melaju, Benarkah Rindu Jadi Meragu?

Pada suatu petang, akhirnya kita berjumpa lagi.

image
Gambar : From Moments Like These by Loui Jover

Benarkah kita sudah selama itu tak berjumpa? Hingga rasanya aku merasa begitu asing saat kita berbincang berdua. Di hadapanku seperti tengah duduk sosok yang baru kutemui hari ini. Bukan kau yang kutunggu setelah jeda sangat lama, kau yang kucintai diam-diam, kau yang kurapal dalam doa dari jauh. Tidak… aku bukan tak suka pertemuan ini. Tentu saja sama denganmu, aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Aku hanya merasa… wah, begitu hebatnya ‘kah waktu dan jarak yang memuaikan perkenalan?
Baca lebih lanjut

Jika Suatu Hari Kau Menemukanku

Yang paling bodoh dilakukan perempuan saat jatuh cinta adalah menunggu. Menunggu yang dia sendiri tak tahu kapan dan di mana ujungnya. Namun, jika di hadapanmu aku hanya bisa menunggu. Menunggu kapan harus benar-benar melepaskanmu atau menunggu ketika aku harus lebih diam untuk mencintaimu.

Kau tahu, aku selalu ada di hadapanmu tapi aku sebenarnya selalu bersembunyi darimu? Dan ya, tentu saja kau tak pernah benar-benar melihatku….

Jika suatu hari kau menemukanku, semoga hari itu aku belum menyerah karena lelah menunggumu.

–12022016

Rahasia Rahasia

tumblr_lok8ln8tSM1qi1p74o1_500

Gambar : cloudhoney.tumblr.com

Jika memang tak ada rahasia yang tak bisa disimpan selamanya, bagaimana dengan hati perempuan?

Kau tahu, perempuan adalah penyimpan rahasia yang paling rapi jika itu tentang hati. Jika kau bilang, kalau mengetahuinya hanya soal waktu. Kupikir itu bukan benar-benar kau sudah mengetahui apa isinya. Kau hanya menebak. Benar, begitu? Ya, kau hanya menebak! Meskipun kami mengatakannya padamu, rahasia itu, kau takkan benar-benar bisa menjamin apa kami mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

Mungkin… setiap hati wanita diciptakan untuk menyimpan rahasia.

Ya, entah berapa banyak akhirnya rahasia tentang hati yang akhirnya abadi tersimpan sampai mati. Hingga kadang aku yakin, Tuhan memang menciptakan beberapa bentuk perasaan yang akhirnya tidak untuk diungkapkan. Tapi kuharap… itu bukan tentang kita.

Apapun, terima kasih karena telah jadi rahasia paling manis dalam hati ini. Selama ini. Sampai hari ini.

Maafkan aku, sampai hari aku belum juga merasa siap menyerahkan seluruh rahasia ini padamu. Tak siap bertaruh akan benar-benar kehilanganmu atau bersamamu selamanya. Seberapa banyak pun aku mencoba ‘menukarmu’ dengan perasaan lain pada akhirnya senyummu selalu kembali lagi mengunciku. Menjadi sesuatu yang ingin kusimpan lebih lama, lebih lama, lebih lama lagi….

Jika suatu hari itu tiba… rahasia ini terbuka di depanmu, pasti itu hanyalah keajaiban.

 

–19012015