Apa Itu Luka atau Bahagia?

link gambar

Berapa banyak orang yg terus bertahan tanpa tahu sebenarnya ia terluka? Bertahan hingga tidak bisa lagi mendefinisikan apa itu bahagia?

Aku hanya tidak ingin kita semakin bodoh dengan pura pura bahagia padahal sama sama terluka….

Mari berhenti saja. Sebelum kita semakin tidak tahu apa itu luka atau bahagia.

Sejujurnya kita tahu, itu hanya luka yang semakin tak dirasa.

–24062018

Iklan

Devi Eka – Kasus Plagiat Paling Drama Puluhan Cerpen dan Novel!

Dunia penulisan sedang dilanda musibah, yaitu seorang gadis muda lahiran tahun 1993 membuat ulah pencurian karya besar-besaran. DEVI EKA. Namanya mungkin tidak asing karena sering wara-wiri di Internet dan media cetak. Sayangnya sebagian besar karyanya adalah hasil CURIAN. Bagaimana tidak besar kalau karya yang menjadi korban plagiatnya usut punya usut mencapai kurang lebih belasan hingga puluhan karya (dan salah satunya karya saya). Ini beberapa karya yang saya susun dari berbagai sumber (silakan membandingkan): Baca lebih lanjut

Katamu…

Katamu…
Jangan pergi dulu
Karena jika waktu sudah beku
Kita hanya tinggal rindu

–09032018

Pic from here!

Menunggumu

Pic: Waiting is painful by Aseel AlKhateeb

Berkali-kali aku ingin menyerah menunggu janjimu sore itu. Lelah. Tentu saja, aku manusia. Namun… setiap isi kepalaku berpikir untuk berhenti menunggumu di sini, hatiku akan berbisik padaku, “Bagaimana jika aku menyerah hari ini, kemudian besok kau akan datang ke sisiku?”

Bodoh! Ini sudah musim hujan ke berapa, sementara kau belum juga tiba? Bagaimana ini… bagaimana jika kau ternyata lupa janji itu?

–28012018

Percaya.

Armando Barrios (1920-1999) Tutt'Art@

art by: Armando Barrios

“Kau tahu, bahkan benda sekecil ponsel sekarang bisa mengubah warna langit yg terfoto atau mengubah wajah seseorang tampak lebih bahagia dari aslinya. Jadi kau jangan percaya pada apa pun.” Kata lelaki itu kepada kekasihnya sambil memulas kuas lukisnya ke kanvas.

Gadis itu mengulum senyum, “berarti aku tidak boleh percaya padamu juga?”

Lelaki itu membuang napas tanpa mengubah pandangan matanya ke arah kanvas, “tidak. Jangan percaya padaku.”

“Oke,” Gadis itu mengangguk, lalu dalam hati menambahkan, “tapi aku… akan selalu memercayai apa yang kau ceritakan lewat warna-warni di kanvasmu.”

Lelaki itu menoleh menatap wajah kekasihnya sambil memicingkan mata, memastikan sesuatu, “Kau terlalu percaya padaku.”

“Haha… sudah ah, aku mau pulang.” Gadis itu bangun dan berjalan ke arah pintu.

“Besok sore ke sini lagi?” Ucap si lelaki setelah meletakkan kuas lukisanya, menatap punggung gadis itu.

Gadis itu menoleh sebelum menyentuh pegangan pintu, lalu menyaut sambil memutar bola matanya, “Kalau aku jawab, kau tidak akan percaya. Jadi percuma saja.”

Lelaki itu tersenyum, “sampai jumpa besok.”

Meskipun mereka sama-sama tidak berani terlalu percaya, bahwa besok adalah nyata. Karena waktu bisa membeku kapan saja.

–01112017

Lagi

 

 
Kemarin aku

ke kota itu lagi,

kota itu masih sama

semuanya

hanya saja

tidak

ada

kamu.

–05022017 | ita

This entry was posted on 4 Maret 2017, in Tak Berkategori and tagged . 1 Komentar