Sudah

Link gambar

Ramai sekali di sana. Semua orang terburu-buru melangkah, seolah jika telat sedikit saja waktu akan menelan mereka hingga ke tulang.

Ramai sekali di sana. Tapi, tidak ada seorang pun yang melihat ke arahku.

Oh Tuhan, tunggu… mengapa aku tidak bisa merasakan degub jantungku sendiri?

Mungkin… bukan mereka yang akan ditelan waktu, waktu sudah lebih dulu menelan diriku.

–15102018

Kau Sudah Tidak Ada

Katamu, kau akan tetap di sana sampai hujan reda. Aku kembali lagi, tapi kau sudah tidak ada. Yang tersisa hanya kelopak bunga yang terpaksa gugur karena angin yang tak tahu diri.

–06102018

Image by Loui Jover : link

This entry was posted on 6 Oktober 2018, in Tak Berkategori. 2 Komentar

Menjadi

Link gambar

Ingin menghilang
Ajak aku lenyap
Kumohon…

Mari menyusup ke dalam awan
Lalu merembas bersama hujan
Agar lelah ikut hempas,
Menjadi buih

Atau kau ingin kita
menjadi salju saja?
Supaya beku

Membekukan kita
Membekukan bahagia.

–20072018

Apa Itu Luka atau Bahagia?

link gambar

Berapa banyak orang yg terus bertahan tanpa tahu sebenarnya ia terluka? Bertahan hingga tidak bisa lagi mendefinisikan apa itu bahagia?

Aku hanya tidak ingin kita semakin bodoh dengan pura pura bahagia padahal sama sama terluka….

Mari berhenti saja. Sebelum kita semakin tidak tahu apa itu luka atau bahagia.

Sejujurnya kita tahu, itu hanya luka yang semakin tak dirasa.

–24062018

Devi Eka – Kasus Plagiat Paling Drama Puluhan Cerpen dan Novel!

Dunia penulisan sedang dilanda musibah, yaitu seorang gadis muda lahiran tahun 1993 membuat ulah pencurian karya besar-besaran. DEVI EKA. Namanya mungkin tidak asing karena sering wara-wiri di Internet dan media cetak. Sayangnya sebagian besar karyanya adalah hasil CURIAN. Bagaimana tidak besar kalau karya yang menjadi korban plagiatnya usut punya usut mencapai kurang lebih belasan hingga puluhan karya (dan salah satunya karya saya). Ini beberapa karya yang saya susun dari berbagai sumber (silakan membandingkan): Baca lebih lanjut

Menunggumu

Pic: Waiting is painful by Aseel AlKhateeb

Berkali-kali aku ingin menyerah menunggu janjimu sore itu. Lelah. Tentu saja, aku manusia. Namun… setiap isi kepalaku berpikir untuk berhenti menunggumu di sini, hatiku akan berbisik padaku, “Bagaimana jika aku menyerah hari ini, kemudian besok kau akan datang ke sisiku?”

Bodoh! Ini sudah musim hujan ke berapa, sementara kau belum juga tiba? Bagaimana ini… bagaimana jika kau ternyata lupa janji itu?

–28012018