Menangis

sad-girl-desktop-wallpapers_123615974_268Gambar: www.picswalls.com
Melihat matamu sore itu aku mengerti sesuatu…

melihat orang yang menangis terang-terangan di depanku tidak semenyakitkan melihat seseorang yang berusaha terlihat baik-baik saja, sedangkan aku tahu dia sedang setengah mati berjuang agar air matanya tidak tumpah di depanku, hanya supaya kau tidak ikut menderita.

Semakin menyakitkan saat aku tahu yang bisa kulakukan di depanmu saat itu hanyalah pura-pura tidak melihat air mata yang kau tahan di ujung kelopak matamu.

Semakin perih hati ini karena aku sadar benar kau tidak pernah suka kutemani saat menangis.

Sangat menyesakan ketika aku hanya bisa berdiri di sebelahmu dengan diam, tak ada yang bisa kulakukan untuk membuatmu melepaskan keresahan hati itu sedikit saja, apalagi melenyapkan kesedihanmu.

Maafkan aku yang tak bisa melakukan apa-apa.

Maafkan aku.

Kuharap sepotong dua potong doa bisa membuatmu malam ini tidur lebih nyenyak, tanpa perlu khawatir tiba-tiba bantalmu basah, rembas dengan air matamu.

Aku harap, hari itu akan datang lebih cepat

hari di mana kita diizinkan benar-benar tertawa oleh langit tanpa keresahan apa pun

hari di mana kita berhenti saling menyembunyikan air mata.

 

Seperti yang selalu kau katakan padaku, Tuhan mengirimkan kesedihan yang banyak hanya kepada orang-orang yang dianggap sangat kuat. Begitu juga dirimu, di bahumu, aku tahu begitu banyak beban yang kau bawa sendirian–yang sangat enggan kau bagi denganku. Karena Tuhan sangat mengenalmu, sebagai laki-laki yang kuat dan bisa diandalkan.

Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah, percaya padamu, mengamini pada doa-doa kita. πŸ™‚

 

–20102016

 

Kenangan.

7ebe48e69c655cd30be46e7275723246

gambarΒ 

 

Nikmati saja waktu sekarang meski terkadang pilu, sebab nanti jika sudah berlalu kau hanya bisa mengeja rindu.

Sementara kenangan bukan mesin waktu, hanya pengingat masa lalu.

Tak ada waktu yang bisa kembali.

Namun rindu itu suatu yang pasti, hadir ketika ketiadaan mulai menyentuh satu bagian dalam hati.

Kau tahu, kata orang, sesuatu akan terasa lebih berharga setelah menjadi kenangan?

 

–31082016 | Ita

Tentang Kapan Tuhan Lebih Tahu

image

Gambar: weheartit.com

Gambar

Karena aku selalu memohon pada Tuhan supaya kita dipertemukan di waktu yang benar-benar tepat. Bukan secepatnya. Waktu ketika kita sudah sama-sama siap. Dan aku tidak ingin protes karena hingga saat ini kita belum bertemu. Meski kadang aku rindu… memikirkan wajah dan suaramu yang entah seperti apa.

Kau tahu, yang penting adalah ‘untuk selamanya’ bukan ‘tanggal berapa’….

Baca lebih lanjut

Puisi Kita Sudah Mati Bahkan Sebelum Tiba di Larik Terakhir

large (5)

Gambar via weheartit.com

 

Kita hanya ditakdirkan bertemu di satu puisi
Puisi tentang bait-bait musim beku
Ditulis dengan melodi yang berfermentasi

Kisah kita sudah lusuh,Β kau tahu
Lalu mati
Aku yakin kau pun sudah sangat tahu

Tak perlu memaksa menulis satu puisi lagi
Tentang kau, aku, kita, apalagi tentang sendu

Puisi kita sudah mati bahkan sebelum tiba di larik terakhir.

–01062016| Ita

Tulus atau Hanya Kebodohan

 

Gambar : pinthiscars.com

Gambar : pinthiscars.com

 

Meskipun menyesakan setidaknya sekarang kuyakini ini adalah cara yang paling bahagia untukku. Aku tak pernah benar-benar siap untuk kehilanganmu. Mendengarmu menceritakan soal wanita lain sambil tertawa di depanku membuatku lebih tenang. Daripada memikirkan jika kau mendengar ceritaku tentang rasa yang kupendam begitu lama, lalu kau menghilang dari sisiku.

Kata orang, yang tulus justru yang tak terucapkan. Meskipun aku tahu, jikaΒ rasa ini tak pernah menjelma suara kau takkan pernah mendengarnya. Kau takkan pernah tahu bagaimana bentuk debaran yang kusimpan untukmu sejak lama. Entah ini berarti tulus atau hanya kebodohan….

 

–17032016 | ita

Benarkah Cinta Bisa Hadir Belakangan?

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

SELAMAT DATANG CINTA

Benarkah cinta bisa hadir belakangan?

sebuah cerita karya Juwita Purnamasari

 

 

Sinopsis :

Bahkan, sehari sebelum hari pernikahannya, Maya belum tahu seperti apa warna mata laki-laki itu, bagaimana suaranya, apa makanan kesukaannya. Sejak kecil dalam kepalanya hanya ada satu kalimat “Kamu sudah punya calon suami!” Karena itulah hati Maya tertutup rapat. Dia merasa jatuh cinta hanyalah sesuatu yang tak perlu. Toh, akhirnya dengan cinta atau tidak dia akan tetap menikah dengan laki-laki yang selalu Ibunya bicarakan itu.

Hari itu, di hari pernikahannya, adalah hari pertama dia melihat sosok laki-laki tersebut. Setelah upacara penikahan itu dia harus tinggal bersama laki-laki bermata cokelat itu? Selamanya?

Entahlah. Dia tak pernah mengira sebelumnya, bahwa pernikahan bisa jadi serumit ini. Kata orang-orang cinta akan datang belakangan. Tapi… apa kalimat itu akan berlaku juga untuknya?

 

Story trailer :

 

Baca lebih lanjut

Ketika Waktu Melaju, Benarkah Rindu Jadi Meragu?

Pada suatu petang, akhirnya kita berjumpa lagi.

image
Gambar : From Moments Like These by Loui Jover

Benarkah kita sudah selama itu tak berjumpa? Hingga rasanya aku merasa begitu asing saat kita berbincang berdua. Di hadapanku seperti tengah duduk sosok yang baru kutemui hari ini. Bukan kau yang kutunggu setelah jeda sangat lama, kau yang kucintai diam-diam, kau yang kurapal dalam doa dari jauh. Tidak… aku bukan tak suka pertemuan ini. Tentu saja sama denganmu, aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Aku hanya merasa… wah, begitu hebatnya ‘kah waktu dan jarak yang memuaikan perkenalan?
Baca lebih lanjut