Tag Archive | puisi

Kenangan.

 

Nikmati saja waktu sekarang meski terkadang pilu, sebab nanti jika sudah berlalu kau hanya bisa mengeja rindu.

Sementara kenangan bukan mesin waktu, hanya pengingat masa lalu.

Tak ada waktu yang bisa kembali.

Namun rindu itu suatu yang pasti, hadir ketika ketiadaan mulai menyentuh satu bagian dalam hati.

Kau tahu, kata orang, sesuatu akan terasa lebih berharga setelah menjadi kenangan?

 

–31082016 | Ita

Iklan

Puisi Kita Sudah Mati Bahkan Sebelum Tiba di Larik Terakhir

large (5)

Gambar via weheartit.com

 

Kita hanya ditakdirkan bertemu di satu puisi
Puisi tentang bait-bait musim beku
Ditulis dengan melodi yang berfermentasi

Kisah kita sudah lusuh, kau tahu
Lalu mati
Aku yakin kau pun sudah sangat tahu

Tak perlu memaksa menulis satu puisi lagi
Tentang kau, aku, kita, apalagi tentang sendu

Puisi kita sudah mati bahkan sebelum tiba di larik terakhir.

–01062016| Ita

Untukku Kau Adalah Seluruh Hari dalam Susunan Waktu

12b

Gambar : favim.com

Jika cinta butuh pembuktian maka tak ada yang bisa membuktikannya sesempurna perasaan seorang Ibu. Ibu yang rela terbangun di kala malam kelam dengan mata begitu berat hanya untuk mengganti popok, memberi susu atau meninabobokan anaknya. Ibu yang rela memakaikan satu-satunya payung yang dia punya untuk anaknya, dan membiarkan tubuhnya basah kuyup hingga menggigil karena siraman hujan sepanjang jalan. Ibu yang selalu jadi sosok pertama yang paling menderita saat melihat anaknya meneteskan air mata kesedihan atau merintih kesakitan.

Baca lebih lanjut

Aku Mengurung Jiwaku di Dalam Penjara yang Lembab

Ophelia by Kevin Beilfuss

Ophelia by Kevin Beilfuss

Aku mengurung jiwaku di dalam penjara yang lembab
Di bawah kelopak matamu yang sering menangis
Bertahun-tahun aku di sana seperti Putri Tidur
Yang bermimpi tentang tenggara ke utara itu seperti sejengkal

Aku memenjarakan hatiku di dekat hatimu
Berharap suatu hari hatimu menemukanku

Aku yang memenjarakan namamu dalam rapalan mantra kontinyu
Hanya namamu, hanya namamu saja

Namun entah apa yang membuatmu tak kunjung mendengar
Namun entah apa yang membuatmu tak kunjung menemukanku

Hingga akhirnya aku lelah tertidur
Sebelum kecupanmu mendarat aku terpaksa terbangun

Hingga akhirnya aku lelah menunggu abadi di tenggara
Dan mulai merangkak ke utara

Satu, aku masih belum lelah memikirkanmu
Namun, kau tak perlu khawatir, suatu hari aku pasti berhenti memikirkanmu.

 

–26082014 | ita
ilustrasi : Ophelia by Kevin Beilfuss 

Senyuman-Nya di Suatu Malam

f0032cc6acf739f9f6c49ef784bbab3f

Senyuman-Nya di Suatu Malam

– Juwita Purnamasari –

 

Sadarkah kita tinggal tersisa sedikit lagi
Jejak waktu mulia ini
Tentu banyak yang terlanjur terabaikan
Berlarilah lebih cepat, Nona!
Semoga belum terlambat menemukan
Di mana senyuman-Nya di sembunyikan
Di suatu malam katanya
Saat malaikat memenuhi bumi lebih banyak
Dari jumlah batu-batu kerikil

Bagaimana jika beberapa hari tersisa ini
Adalah jatah terakhir kita
Untuk mengejar senyuman istimewa-Nya
Bagaimana jika waktu mulia ini
Berlalu tanpa sempat kita sentuh sama sekali
Atau hanya tersentuh seadanya

Bagaimana jika di ujung waktu
Kita hanya bisa menyesal.

 

Ramadhan 19 1435

 

Itulah Mengapa Kami Mudah Menangis

loui jover's art

Kami tidak sekokoh kayu-kayu eboni itu
Mungkin malah lebih rapuh dari awan-awan musim hujan
Jika kelopak matamu seperti perisai yang kokoh
Mungkin kelopak mata kami seluruhnya adalah benih air mata.

Itulah mengapa kami mudah menangis.

Bahkan kadang perempuan-perempuan bisa menangis
Sedangkan mereka sendiri tidak tahu
Apa yang sebenarnya sedang mereka tangisi.

Mereka tidak tahu.

Jika kau bertanya adakah yang lebih rapuh dari awan-awan di musim penghujan?
Tentu jawabannya adalah kami, perempuan-perempuan itu.

 

–18062014 |ita

Ilustrasi: Thorn Loui Jover

Indian Serenade (Puisi Percy Bysshe Shelley)

Indian Serenade

Puisi karya Percy Bysshe Shelley
Diterjemahkan dari puisi berjudul The Indian Serenade

 

2409f995f0e45250b1f0e09cabf9dcce

ilustrasi


Aku bangkit dari mimpi-mimpi tentang dirimu
Pada saat pertama kali mata terpejam di suatu malam
Ketika angin berhembus lirih,
Dan bintang-bintang bersinar terang
Aku bangkit dari mimpi-mimpi tentang dirimu,
Lalu tenaga di sepasang kakiku
Membimbingku–yang entah bagaimana?
Menuju ke jendela kamarmu, Sayang!
Baca lebih lanjut