Tag Archive | pertemuan

Tentang Kapan Tuhan Lebih Tahu

image

Gambar: weheartit.com

Gambar

Karena aku selalu memohon pada Tuhan supaya kita dipertemukan di waktu yang benar-benar tepat. Bukan secepatnya. Waktu ketika kita sudah sama-sama siap. Dan aku tidak ingin protes karena hingga saat ini kita belum bertemu. Meski kadang aku rindu… memikirkan wajah dan suaramu yang entah seperti apa.

Kau tahu, yang penting adalah ‘untuk selamanya’ bukan ‘tanggal berapa’….

Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Waktu Melaju, Benarkah Rindu Jadi Meragu?

Pada suatu petang, akhirnya kita berjumpa lagi.

image
Gambar : From Moments Like These by Loui Jover

Benarkah kita sudah selama itu tak berjumpa? Hingga rasanya aku merasa begitu asing saat kita berbincang berdua. Di hadapanku seperti tengah duduk sosok yang baru kutemui hari ini. Bukan kau yang kutunggu setelah jeda sangat lama, kau yang kucintai diam-diam, kau yang kurapal dalam doa dari jauh. Tidak… aku bukan tak suka pertemuan ini. Tentu saja sama denganmu, aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Aku hanya merasa… wah, begitu hebatnya ‘kah waktu dan jarak yang memuaikan perkenalan?
Baca lebih lanjut

Terikat

Jika di sepasang hati sudah terikat tali takdir yang tipis namun selamanya, kita tak perlu khawatir, sejauh apa pun terpisah, seberapa banyak pun tersesat, sesulit apa pun saling menemukan, pada akhirnya tali itu akan mempertemukan kita. Pasti.

Dan jika memang hati ini hanya saling tarik menarik dalam kekosongan, sedekat apa pun mata saling menatap, seerat apa pun saling menggenggam, sederas apa pun tangis perpisahan, pada akhirnya kita akan berpisah. Harus.

Karena kita tahu takdir tak mungkin keliru, tak mungkin salah hitung.

–03012014
gambarnya

Akumulasi Pertemuan

image

“Nona, masih ingat saya?”
“Maaf, sepertinya ini pertemuan kita yang pertama.”
“Tidak, ini pertemuan yang ke tujuh ratus dua puluh satu, jika diakumulasi dengan pertemuan kita dalam mimpi dan lamunan.”
“Mmmh… sepertinya sekarang saya mulai mengingatmu.”

–14052013| ita
gambarnya

Tanggal Pertemuan Tergantung di Dahan Pohon Ek

Mei, bukannya aku tidak mencintaimu, tapi aku hanya ingin Juni lekas sampai di sini, menari denganku di samping hembusan angin yang menebar melodi-melodi pertemuan. Meski serobek undangan itu masih menggantung di dahan pohon Ek yang tampak mudah patah disentuh angin. Tapi semoga rindu bisa menahannya agar tidak tergoyang apalagi gugur, sebelum sepasang angka di undangan itu diberi bulatan merah di kalender kita. Jadi kenangan.

Aku takkan memaksa angin menyanyikan lagu dengan tiga kata yang sering bolak-balik kita ucapkan setiap lima menit sekali, dulu. Tidak, cukup melihatmu beberapa ratus menit saja cukup. Seperti mengisi ulang napas rindu yang terselip di dahan ilalang yang sudah hampir mengering.

Tapi kita tahu setiap jadwal tercipta selalu ada dua arah mata angin berlawanan, jadwal akan mengutuh jadi pertemuan atau menguap batal jadi kenangan.

Setelah pagi ini apa aku masih boleh sedikiiiiit saja berharap Juni akan tetap datang ke sini denganmu, menemaniku menari di ladang ilalang meski hanya beberapa menit?

Ita
16-17 Mei 2012

foto