Ketika Waktu Melaju, Benarkah Rindu Jadi Meragu?

Pada suatu petang, akhirnya kita berjumpa lagi.

image
Gambar : From Moments Like These by Loui Jover

Benarkah kita sudah selama itu tak berjumpa? Hingga rasanya aku merasa begitu asing saat kita berbincang berdua. Di hadapanku seperti tengah duduk sosok yang baru kutemui hari ini. Bukan kau yang kutunggu setelah jeda sangat lama, kau yang kucintai diam-diam, kau yang kurapal dalam doa dari jauh. Tidak… aku bukan tak suka pertemuan ini. Tentu saja sama denganmu, aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Aku hanya merasa… wah, begitu hebatnya ‘kah waktu dan jarak yang memuaikan perkenalan?

Aku senang melihatmu yang tampak hebat sekarang. Aku bangga melihatmu yang tampak menawan sekarang. Cinta sejak lama yang kusimpan rapi-rapi. Tak pernah sekali pun berani kuungkap padamu. Beberapa kali ingin kuhapus rindu untukmu tapi selalu saja akhirnya senyummu kembali merenggut seluruh perhatianku, meski kadang hanya lewat pesan singkat, suara di balik telepon, kartu pos, atau bahkan mimpi.

Tapi.. aku sedih karena seperti tak bisa mengenalimu. Salahkah caraku menunggumu dengan memenuhi seluruh rindu dengan senyum lamamu itu? Salahkah caraku mencintaimu dengan mengharapkanmu yang kukenal pertama kali? Aku tahu, bahkan warna langit pun selalu berubah-ubah. Namun… tak bisa kuberdusta pada hati. Aku merindukanmu yang dulu. Kau yang tersembunyi, kau yang sunyi. Kau yang tak banyak menyebut nama wanita lain selain namaku. Kau yang tak banyak wanita menyapamu di jalan ibu kota bahkan mendekatimu dengan sebuah pelukan saat kita sedang berjalan bersama.

Apa ini? Bahkan setelah bertahun-tahun kau pun tak pernah sekalipun memelukku. Tapi perempuan-perempuan yang sama asingnya denganmu sekarang memelukmu dengan ringan di jalan. Kau tak menolak pelukan mereka? Ah, kau sudah jadi sosok yang begitu hebat. Tapi justru aku tak mengenalimu. Aku sedih.

Mungkinkah ada yang salah dengan caraku menunggumu?

Kekecewaan macam apa ini? Mungkin juga rasa takut… takut kau yang kutunggu selama ini sudah lenyap berganti sosok asing yang kurasa tak pernah kukenal sebelumnya. Kadang aku merasa ponsel pintar di tanganmu lebih menarik perhatianmu daripada aku yang menghabiskan waktu puluhan menit untuk memilih pakaian agar terlihat sempurna di pertemuan kita setelah jeda yang lama ini. Sering sekali kau mengabaikanku hanya untuk mengecek ada apa di layar ponselmu. Tak rindukah kau padaku? Tak terlalu menarikkah sinar bola mataku yang sangat merindukanmu? Tak inginkah kau mendengar ceritaku lebih banyak saat kita berjeda? Rasanya ingin kurebut benda itu lalu kulempar hingga hancur supaya kau hanya memerhatikanku, hanya memandangiku.

Aku terus melihat ke dalam bola matamu mencari kau yang dulu sangat kurindukan. Namun rasanya semakin dalam aku melihat ke dalam sana kau justru terasa semakin asing untukku.

Mungkinkah ada yang salah dengan caraku mencintaimu sejauh ini?

Sudah bertemu tapi rindu ini tak jua hilang. Sudah bertemu tapi rasanya aku belum bertemu denganmu.

Ketika waktu melaju, benarkah rindu jadi meragu?

–24022016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s