So, I Married the Anti-fan – kadang cinta datang dengan cara yang lucu

IMG_20150913_182504

Kovernya lucu bangeeeet…. Buatan Bambang ‘Bambi’ Gunawan 🙂

Judul     : So, I Married the Anti-fan
Penulis : Kim Eun Jeong
Genre    : Romantis (K-Iyagi / Korea) 
Penerbit        : Penerbit Haru
Penerjemah : Putu Pramania Adnyana
Halaman        : 536

Hari itu hari Sabtu, saya pulang dari Jakarta ke Cikarang, baru selesai buka sepatu keponakan saya yang berumur 6 tahun dengan riang gembira memberikan paket dengan bungkusan warna cokelat. “Tante, ada kado!”

Dan saya mulai mengingat-ingat kayaknya nggak belanja online ya minggu-minggu ini kok dapat paket? Tapi setelah saya lihat nama pengirimnya. Saya pun tersenyum, lagi-lagi dapat hadiah buku dari Ci Lia Indra Andriana. Terima kasih…. ^_^

Saya membuka kadonya dan keponakan saya tampak kecewa saat isinya buku dan bukan kue atau camilan. Hehehe…

Pertama lihat buku ini yang saya katakan adalah “Ya ampuuun… tebal amat?” Dan saya langsung kebayang novel-novel klasik semacam Jane Eyre, Pride and Prejudice dan Wuthering Heights, yang butuh waktu lebih dari seminggu untuk saya tamatkan. Nggak langsung dibaca, saya simpan bukunya di dalam lemari buku dan saya mengambil sebuah komik. Butuh bacaan yang ringan setelah perjalanan Jakarta-Bekasi hari itu. Selesai baca komik entah bagaimana buku itu sepertinya sudah nggak sabar buat saya baca, seolah teriak-teriak sampai jatuh dari lemari. Saya pun memungutnya dan membaca blurb novel ini.

Penasaran, saya membuka acak halaman buku ini, membaca satu halaman di bagian tengah buku. Kemudian, saya mulai telungkup dengan dagu diganjal bantal di tempat tidur, membaca buku ini dari halaman awal. Sialnya, buku ini sepertinya mengandung lem tak kasat mata yang bikin tangan saya nggak mau lepas. Tiap halamannya bikin ketagihan. Niat cuma mau baca beberapa halaman dan akan lanjut baca di kosan saat malam pulang kerja saya jadi membacanya terus sampai halaman 300an seharian itu. Yup! Novel ini tamat dalam waktu kurang dari 24 jam! Saya pun kaget sama kemampuan baca saya sendiri. Novel ini total ada 530-an halaman, bersyukur ceritanya ringan dan candu jadi nggak berasa capek apalagi bosan bacanya. Malah puas banget karena novelnya panjang jadi ceritanya lebih mendalam. Hahaha….

Karena saya bukan reviewer buku profesional apalagi berbayar jadi saya akan me-review sesuka hati saya! Harap maklum. Qiqiqi….

PicsArt_09-16-12.01.54

Hu Joon! Eh, Lee Soo Hyuk 😀

Supaya makin dapet feelnya saat baca buku, saya selalu memilih ‘seseorang’ yang entah mucul begitu saja dalam pikiran saya saat membayangkan karakter utama ceritanya. Lee Soo Hyuk muncul dalam pikiran saya saat makin mendalami karakter Hu Joon. Selebriti dingin yang punya masa lalu kelam, tapi dalam beberapa keadaan juga bisa jadi cowok canggung dan kikuk yang menggemaskan. Mengingat mata tajam Lee Soo Hyuk dan postur tubuhnya juga aktingnya di K-Drama High School King of Savvy dan Scholar Who Walks the Night yang ‘membunuh banget‘ dengan karakter dinginnya kayaknya cocok banget jadi Hu Joon. Awalnya saya sempat memikirkan Lee Jung Shin atau Lee Joon Gi, tapi bayangan itu langsung lenyap karena mereka terlalu manis untuk jadi Hu Joon (menurut saya). 😛 Untuk karakter perempuannya saya sempat membayangkan Park Shin Hye sebagai Geun Yong yang ceria dan blak-blakan. Awalanya sih gitu, tapi akhirnya saya malah makin masuk dalam cerita dan membayangkan diri saya sendiri yang jadi Geum Yong. Huahahaha… *ini subjektif banget sih ya, maaf! :P* Kebiasaan saya memang begitu, supaya makin nyaman saat baca atau nonton saya suka memilih salah satu karakter meski nggak harus jadi pemeran utama untuk menempatkan posisi saya di sana.

Well, lupakan soal karakter yang saya bangun dalam imajinasi saat baca novel ini. Saya akan cerita sedikit tentang isi novelnya sekarang. 🙂

Saya sendiri punya satu orang artis cowok yang saya sebal bukan main, bukan karena dia punya karakter buruk di dunia nyata sih, tapi karena mukanya entah gimana mengingatkan saya ke mantan pacar saya waktu masih SMA. Mata mereka kurang lebih mirip. Ahahaha… *baperan* -_- Dia suka main FTV, aduh saya lupa namanya siapa dan nggak tertarik untuk tahu lebih jauh. Mungkin, nanti kalau ingat namanya, postingan ini akan saya edit deh. Pokonya kalau dia muncul di TV saya pasti buru-buru ganti saluran TV. *Katanya mau cerita tapi malah curhat lagi, kan!*

Oke mulai cerita sekarang! Beneran!

Kau tahu apa yg terjadi kalau kau hanya memikirkan masa lalu? Rasanya seperti terkurung di sebuah ruangan. Berkompromilah dengan kehidupan. Bukankah itu hal yg indah?

–So, I Married the Anti-fan : 117 – Kim Eun Jeong

Geun Yong adalah seorang wartawan sebelum dia bertemu Hu Joon dan direkturnya memecatnya dengan alasan sudah mencampuri kehidupan seorang selebriti terlalu jauh. Saat itulah Geun Yong memilih untuk menjadi anti-fan Hu Joon. Tapi, apa mau dikata kalau takdir (cerita yang dibuat penulis) malah ingin mendekatkan dua orang yang sama-sama punya dendam terselubung ini.  Sebuah acara reality show bernama So, I Married the Anti-fan membuat mereka harus tinggal satu atap dan berakting sebagai aktor dan manajer. Duh, kebayang nggak sih harus kemana-mana sama cowok yang dibenci apalagi harus dikelilingi sorot kamera yang terus merekam kegiatan mereka berdua! Tapi Geun Yong nggak punya banyak pilihan selain ikut ambil bagian dalam reality show ini. Dia butuh uang setelah dipecat dan dia juga punya misi untuk membuka kedok Hu Joon di depan dunia! Tapi yang terjadi di awal kok malah seperti sebaliknya? 😮

Seorang produser bernama Han, dengan tangan Midas awalnya menjanjikan akan memperbaiki citra Geun Yong dan meningkatkan popularitas Hu Joon lewat reality show ini, di pihak Geun Yong malah tampak sebaliknya. Geun Yong sebagai anti-fan aktor yang digilai hampir semua wanita di Korea ini pun, punya anti-fan banyak banget yang tak lain adalah para fan Hu Joon. Mereka merasa Geun Yong ini sangat menyebalkan! Acara yang ditayangkan dalam reality show sama sekali tidak menaikkan citra Geun Yong, tapi hanya membuat Hu Joon semakin populer, Geun Yong malah makin terlihat bodoh di depan para fan Hu Joon dan semakin dicaci maki di mana-mana. Ya pastilah, Hu Joon sangat lihai berakting sedangkan sebaliknya Geun Yong selalu apa adanya.

Karena nggak punya tempat tinggal Geun Yong diizinkan tinggal di apartemen yang digunakan untuk syuting. Sedangkan Hu Joon tetap tinggal di officetel dan sesekali juga menginap di sana. Jadi selain dalam keperluan syuting reality show mereka pun sering bersama dan tinggal dalam satu apartemen. Di depan Geun Yong entah mengapa Hu Joon merasa nyaman karena tak perlu berpura-pura dengan karakternya di layar kaca. Dia bisa berbuat semaunya tanpa takut Geun Yong berpikir aneh-aneh, ya karena Geun Yong adalah anti-fan-nya Hu Joon merasa percuma juga untuk bersikap baik dan pura-pura toh dia sudah membencinya duluan. Begitu juga dengan Geun Yong semakin sering bertemu Hu Joon tanpa kawalan kamera dia semakin mengetahui lebih banyak rahasia dan karakter tersembunyi Hu Joon.

Menariknya, Kim Eun Jeong, si penulis novel ini seolah ingin memberitahu bahwa tidak semua yang terlihat sempurna dari kulitnya juga sempurna di dalamnya. Lewat sikap Hu Joon yang selalu membalut dirinya dengan senyuman dan keramahannya dan menuntut dirinya tampak sempurna di depan para fan, di dalam dirinya ada sebuah luka rahasia yang mengangga dan kehidupan pribadinya yang begitu dia benci. Kim Eun Jeong juga sepertinya ingin mengingatkan agar kita tidak hanya melihat dari satu sisi lalu membuat kesimpulan sendiri. Tentu saja ini bukan hal mudah, saya pun sepertinya masih sering seperti ini. Melihat satu hal yang dilakukan orang lain, menarik kesimpulan sendiri, lalu memutuskan untuk membenci atau menyukainya. Lewat karakter Geun Yong yang membenci Hu Joon hanya karena pertemuan pertamanya dan pandangan awalnya tentang seorang Hu Joon bukanlah hal yang benar. Karena semakin dia mencoba mengenal Hu Joon semakin dia pun merasa bersalah dengan penilaiannya di masa lalu tentang sosok Hu Joon. Tuhan menciptakan dua karakter dalam diri manusia, baik dan buruk. Tidak ada yang benar-benar sempurna, begitu juga tidak ada yang benar-benar buruk. Keduanya punya dua sisi yang saling menyeimbangkan.

20150917_225554

Layout-nya juga cantik, bikin makin semangat baca. Penerbit Haru bisa aja ihh…!

Saya sangat-sangat-sangat iri dengan Kim Eun Jeong yang bisa menciptakan sebuah cerita sederhana dengan begitu menarik dan tak lupa menyelipkan nilai-nilai kehidupan dengan sangat halus dalam cerita ini. Sehingga tak terasa begitu menggurui atau berat untuk dicerna. Tiap halaman cerita ini begitu menyenangkan untuk dibaca, cara bercerita yang apa adanya, pemilihan kata-kata yang tidak dipaksakan untuk jadi indah tapi memang sudah menyentuh dengan sendirinya, juga selipan adegan lucu yang membuat candu dari cerita ini semakin kuat. Selain karakter dan kisah hidup Hu Joon dan Geun Yong, penulis juga menghadirkan karakter-karakter pendukung dengan peran yang tak kalah menguatkan cerita. JJ, In Hyong, Ji Hyang (ah, saya fan berat cowok ini, hangat, dewasa, ceria tapi juga tetap terkesan keren.), PD Han, ibu dan ayah Geun Yong dan masih banyak karakter lain yang tidak saya hapal namanya satu per satu. Semuanya sangat-sangat menarik, tanpa mereka pasti ceritanya tidak akan jadi sekeren ini. Saya juga belajar dari Kim Eun Jeong kalau karakter pendukung cerita juga penting untuk membuat cerita jadi jauh lebih hidup. Tidak melulu terfokus pada dua karakter utama tapi juga berusaha menghidupkan karakter-karakter pendukung untuk memperdalam cerita.

Oh ya, satu lagi yang saya suka dari novel ini khususnya bagian ketika Geun Yong sering merasa benda-benda di sekitarnya bisa mendengar dan bicara dengannya. Ahaha… karena saya pun suka begitu. 😛

Wah, kayaknya reviewnya mulai kepanjangan dan ngalor-ngidul. 😀

Semoga novel ini bisa jadi “vitamin” untuk saya semakin semangat membaca dan sesekali menulis, ya! Ini K-Iyagi kedua yang saya baca, K-Iyagi pertama berjudul My Name is Kim Sam Soon karya Ji Su Hyun. Novel yang juga saya selesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam karena saking kerennya tapi sayang saya nggak sempat bikin review. Ah, sepertinya saya mulai pengin beli K-Iyagi baru deh! Ahaha…. Dulu saya merasa malas baca novel terjemahan Korea karena kelihatannya tebal-tebal banget tapi ternyata sekarang saya sedikit menyesal karena baru mulai baca novel-novel Korea yang keren-keren dan menghibur ini sekarang. 😀

PicsArt_09-12-04.50.41

Tuh kan tebeeelll… 529 halaman, yay! Tapi ajaibnya, nggak bikin bosen. 😀

Ada kabar dari beberapa artikel dan di halaman pembuka novel ini, kalau novel ini direncakana akan dibuat K-Drama, tapi sepertinya sampai sekarang K-Dramanya belum muncul juga ya? Hiks….

–17092015 | ita.

Iklan

2 thoughts on “So, I Married the Anti-fan – kadang cinta datang dengan cara yang lucu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s