Karena Tidak Semua Cinta Bisa Bertemu

fix raelan & falia

Saat nulis bagian-bagian akhir Apakah Kita Bisa Bertemu Lagi (novelet pertama saya di wattpad) selalu tergelitik buat nulis juga gimana perasaan Falia (tokoh yang jarang muncul tapi banyak yang sebal :P) dan apa yang terjadi pada Rama selama 12 tahun nggak ketemu Shinta. Tapi saya mikir lagi, kalau pakai POV lebih dari satu tokoh dalam cerita ini, bakal sulit bikin feel “penasarannya”. Dan saya jadi punya niat bikin prequel ini, khusus buat yang masih penasaran siapa sih Falia dan apa yang terjadi sama Rama di masa lalu? Mungkin teman-teman udah tahu ending kisah ini, tapi poinnya bukan di ending, melainkan kisah di dalamnya, kisah sebelum ending, kisah menuju ending, kisah yang tak pernah terduga sebelumnya. Tentang Falia.

— intermeso —

Sedikit nggak percaya dalam waktu sekitar 3 bulan ini saya sudah menyelesaikan 2 cerita kalau ditotal mungkin sudah sekitar 300 halaman. *kaget!* Berbeda dengan AKBBL yang saya tulis serba tanpa persiapan, ide mendadak dan cuma modal nekat, tanpa plot cerita tapi entah kenapa nulisnya bisa dibilang lumayan lancar. Saat nulis KTSCBB saya sempat bikin plot cerita yang sudah sangat matang dari opening sampai ending. Karena saya tahu nulis prequel nggak boleh sembarangan, kalau saya nulis suka-suka yang ada malah nggak nyambung sama cerita sequelnya. Walaupun dua cerita ini berbeda tokoh dan cerita tapi masih ada beberapa adegan yang jadi benang merah, dan tokoh yang jadi jembatan kedua cerita ini yaitu Rama.

Tapi saat nulis ini saya justru jatuh hati dengan tokoh Pak Raelan yang awalnya cuma mau saya jadikan figuran yang akhirnya akan mendamaikan Falia dan Ayahnya yang berkonflik. Dan sebetulnya jodoh Falia awalnya saya rencanakan dalam plot cerita, seorang pelukis jalanan. Hahaha… Tapi ternyata karena “kebaperan” saya ke Pak Raelan, cerita ini berubah 180 derajat. Saya mengabaikan plotnya habis-habisan dan akhirnya harus nulis tanpa plot (lagi). Masalahnya nulis cerita kedua ini nggak semudah nulis cerita pertama yang walaupun tanpa plot saya bisa membuat cerita sebebas-bebasnya. Di sini saya mesti beberapa kali baca kisah Rama-Shinta supaya ceritanya nyambung. Alhasil, seperti ada “rumus”-nya saya pun kebingungan sendiri karena membuang plot dan banting stir ke cerita dadakan. Itu salah satu alasan cerita ini nggak berhasil saya update setiap hari seperti cerita sebelumnya, saya banyak ngaret updatenya kadang empat hari atau lima hari kemudian baru update. Selain itu memang sedang ada kerjaan di luar jadi kalau malam lembur kerjaan dan nggak bisa total buat nulis cerita.

Buat saya cerita KTSCBB ini paling istimewa karena sempat bikin saya cenat-cenut. Beberapa teman yang baca sibuk me-WA atau tanya di FB mana lanjutannya sementara saya sedang bingung menngaitkan cerita ini dan cerita sebelumnya. Ah, ternyata bikin prequel cerita setelah bikin sequel-nya itu repot, apalagi tanpa plot. Kapok deh kapok! Ahaha… tapi seru sih. Seru banget, saya jadi semangat setiap pulang kerja atau bangun tidur, langsung mirikirin adegan demi adegan baru. Saya juga sangat suka saat-saat saya menciptakan karakter Rama dan Shinta di cerita AKBBL, banyak deg-degannya, banyak senyum-senyumnya, mungkin karena ini cerita pertama saya di wattpad saya senang banget waktu nulis ini.πŸ™‚

Oh iya, ini saya sempat bikin story trailer-nyaΒ :

Terima kasih buat semua teman-teman yang sudah baca ceritanya, yang selalu jadi alarm saat saya mulai (pura-pura) sibuk buat melanjutkan bagian demi bagian ceritanya, dan terus support saya dalam banyak hal sampai akhirnya dua cerita ini selesai. Terima kasih.πŸ™‚

Buat yang belum baca sila klik link di bawah ini ya! ^_^

cover nov 2 fix

bagian 1
bagian 2
bagian 3
bagian 4
bagian 5
bagian 6
bagian 7
bagian 8Β 
bagian 9
bagian 10
bagian 11
bagian 12
bagian 13
bagian 14
bagian 15
bagian 16Β 
bagian 17
bagian 18
bagian 19
bagian 20
bagian 21
bagian 22
bagian 23
bagian 24

Saya tahu, sangat tahu, cerita buatan saya ini masih sangat jauh dari sempurna, masih banyak kalimat atau penulisan kata yang salah. Semoga lain waktu bisa memberikan cerita yang lebih bagus dan penulisan yang lebih rapi. Buat saya nulis cerita adalah sebuah refreshing setelah kesibukan sehari-hari kehidupan di kantor yang kadang bikin pengin mengecil masuk ke lubang dan melarikan diri. Terima kasih untuk dua cerita ini yang bikin saya semakin semangat dan merasa hidup kembali.πŸ™‚

aurora walter

Salam manis dari Aurora Walter. Nggak kenal Aurora Walter?
Hm… kayaknya kamu perlu baca cerita KTSCBB sampai bab 24. ehehe..πŸ˜›

–10092015 | ita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s