Bad Guy – Maaf, Membuatmu Mencintaiku (Resensi Film)

Judul Film : Bad Guy (Nappeun namja)
Tahun : 2010
Setting : Korea – Jepang
Production : Good Story – Korean
Original Channel : Seoul Broadcasting System
Genre : Drama
Episode : 17

bad guy 1

Lima karakter utama dalam film Bad Guy ( Gambar : en.korea.com )

Kesan awal nonton film Bad Guy ini adalah “kok agak aneh?” Iya, aneh! Masa pemeran utamanya penjahat? Coba bayangin, pemeran utamanya penjahat dan…. keren! Argh! Nyebelin! Kan jadi kesengsem sama penjahatnya. Ini nggak bener banget! Masa naksir penjahat? Tapi mungkin ini ada pengecualian karena penjahatnya, pemeran utama, dan keren!

Kenapa aku bisa nonton film ini, yang bisa dibilang sudah hampir jadul? Ya, dibanding film yang sedang hits belakangan. Pinocchio, misalnya. Film ini diproduksi tahun 2010. Sudah telat banget aku baru nonton memang. Tapi filmnya nggak basi, meski sudah lewat empat tahun. Aku nggak sengaja ketemu film ini, kebetulan karena film I Can Hear Your Voice jadi suka suaranya Jung Yeop yang bawain salah satu soundtrack-nya, Why Did You Come Now?

Pas lagi cari-cari lagunya yang lain di youtube, ketemulah dengan lagu Thorn Flowers yang juga dinyanyiin Jung Yeop. Dan langsung jatuh cinta. Lihat potongan scene film dalam videonya pun bikin penasaran. Tapi waktu itu sempat ragu buat nonton, karena tokoh utamanya ternyata cowok berkumis. Aish… dari dulu aku kurang suka cowok berkumis, masih mending bewokan sekalian deh, tapi jangan bewokan yang tebel-tebel juga sih.

Ini dia, lagu favorit di film Bad Guy, gara-gara lagu Jung Yeop ini juga jadi ketemu Shim Gun Wook!

Tapi takdir berkata lain, setelah lihat akting Shim Gun Wook di episode pertama aku mulai berpikir untuk mulai mempertimbangkan cowok berkumis tipis itu keren. Dewasa dan cowok banget gitu! Dari situlah aku mulai nonton drama ini. Tadinya cuma iseng nonton episode pertama dan terakhir aja, karena kebetulan lagi streaming film lain. Tapi pertahananku goyah. Penasaran dan mulai naksir sama Shim Gun Wook. Aku pun begadang sampai tengah malam.

Aku juga sempat nonton Pinocchio via streaming sebelumnya, apalagi setelah sebelumnya nonton I Can Hear Your Voice jadi kesengsem sama Lee Jong Suk. Tapi ternyata gara-gara, Shim Gun Wook alias Choi Tae Seong alias Hong Tae Soeng, dan alias Kim Nam Gil, aku move on dari Lee Jong Suk alias Park Soo Ha. Kenapa Shim Gun Wook banyak aliasnya? Kalau kamu nonton filmnya nanti pasti bakal ngerti. Kalau aku ceritain nanti bisa sampe 10 lembar A4 baru selesai.

Alasan kedua adalah drama Pinocchio ini belum tamat, jadi harus nunggu tiap hari Rabu dan Kamis buat streaming lanjutan episodenya. Kadang malas nunggunya. Akhirnya aku baru nonton sampai episode 6 dan ditunda, sisa episode sampai yang terbaru sekarang cuma download tapi belum ditonton. Jadi nontonya nanti aja kalau sudah tamat dari sananya.

Mari masuk ke inti resensi, seperti biasa aku nggak bakal ceritain alur cerita atau sinopsis film secara detail, tapi akan lebih fokus bahas tokoh-tokohnya. Terutama Shim Gun Wook! Pengin banget punya pacar kayak dia, tapi dia penjahat, tapi dia keren banget. Dilema!

Shim Gun Wook – Kim Nam Gil

bad guy 2

Adegan di kereta pas Gun Wook hampir nangis inget masa lalunya. Matanya merah, ada air mata hampir tumpah. Cakeeep! (Gambar : http://www.kdramastars.com)

Diperankan oleh Kim Nam Gil. Cowok keren berkumis tipis, yang usianya kurang lebih beda 9 tahun sama aku. Kayaknya cocok banget buat kriteria suami? Dewasa! *uhuk!* Di sini dia memerankan cowok yang bisa disebut punya kepribadian ganda. Bukan berarti bisa berubah-ubah kepribadiannya tapi lebih ke pandai menyimpan watak aslinya dan menjadi orang lain. Di dalam dirinya yang paling dalam dia sosok yang hangat, baik hati, sopan, penyayang. Tapi karena rasa sakit hati dan dendamnya di masa lalu sifat lembut masa kecilnya dibalut dalam dendam yang seperti pedang, yang terus diasah setiap hari dan menjadi semakin tajam. Dia pun menjelma cowok yang ambisius, dingin dan pendendam. Tapi karena itu dia jadi tambah keren. Dia punya dendam dengan orang-orang di masa lalunya yang menghancurkan kehidupan bahagiannya, orang tuanya dibunuh, dan dia dibuang! Kasian kan, ckck… pantes aja jadi jahat. Jadi meski dia penjahat alasannya bikin bisa dimaklumi lah. Dan karena dia keren. *sekali lagi bilang keren dapet gelas!*

Sepanjang 20 tahun dia hidup dalam kebencian dan sakit hati, dan mengumpulkan semua tenaga untuk membalaskan dendam. Tapi ada satu yang gak aku suka di sini, Shim Gun Wook playboy! Tapi kalau playboynya sekeren, seganteng, sekaya dia mungkin masih termaklumi, Dia punya semua alasan untuk menjadi playboy. Konon cuma ada 3 jenis cowok keren di dunia ini, playboy, homo dan pacar orang. Jadi gak papa kalau dia masuk jenis pertama. *ditabok!* Dan yang lebih bisa aku maklumi–meski kadang aku ngomel saat nonton film ini–kenapa dia jadi playboy adalah alasannya. Alasannya menjadi jahat adalah bukan kerena dia keren, kaya atau populer, tapi karena dia punya misi balas dendam karena rasa sakitnya di masa lalu. Ya, mungkin benar, rasa sakit hati bisa membuat seseorang berhati malaikat berubah jadi sekejam iblis. Itu sangat mungkin.

bad guy 8

Pertemuan pertama Gun Wook dan Jae In. Gun Wook semakin berantakan semakin keren. Argh! (Gambar : http://www.dramabeans.com)

Karakter Shim Gun Wook di sini, tahu betul bagaimana cara menghancurkan orang-orang yang pernah menyakitinya di masa lalu. Dia merencanakannya dengan sangat baik dan sempurna. Dia tidak berniat membunuh mereka hanya ingin melihat mereka hancur dan merasakan penderitaan yang sama dengan yang pernah dia rasakan dulu. Khususnya, dia tahu betul bagaimana cara menghancurkan perempuan dengan cara yang paling kejam. Ya, dengan membuat mereka jatuh cinta. Dan Shim Gun Wook bermain-main dengan dua perempuan kakak beradik, yang tak lain adalah anak dari orang yang pernah menghancurkan hidupnya. Dengan cara yang mulus dia berhasil membuat keduanya jatuh cinta. Dan menghancurkan keduanya dengan cara yang begitu elegan. Dan, aku juga jatuh cinta sama dia setelah nonton film ini. Sial!

Hong Mo Ne – Jung So-min

bad guy 3

Mo Ne, cewek cantik ini di episode tengah-tengah saya pikir perannya sudah selesai tapi ternyata di ending dia bawa kejutan tak terduga! (Gambar : sungkyeoul.wordpress.com)

Dari Shim Gun Wook mari berkenalan dengan Hong Mo Ne. Saat pertama menonton drama ini di episode pertama aku pikir dialah si pemeran utama. Ternyata bukan! Bukan benar-benar pemeran yang paling utama, meski perannya di film ini cukup intens. Jika drama picisan pasti sepasang tokoh utamanya muncul di awal. Makanya aku pun berpikir begitu. Mo Ne muncul di awal cerita dan dekat dengan Gun Wook. Tapi sayangnya Mo Ne hanya salah satu alat yang akan digunakan Gun Wook untuk menuntaskan dendam dan rasa sakit hatinya. Mo Ne, anak bungsu yang manja dan cantik. Dengan mudah Gun Wook mengambil hatinya dengan perhatian dan kekerenannya. Wajar Mo Ne remaja yang masih payah soal laki-laki, jadi dengan mudahnya dia jatuh cinta pada Gun Wook. Meski kalau diperhatikan di film ini Gun Wook gak perhatiaan-perhatian banget, malah cenderung cuek sama Mo Ne, gak pernah bilang sayang, tapi Mo Ne mengartikan sendiri bahwa mereka sepasang kekasih. Pintarnya Gun Wook tak pernah bilang dia mencintai Mo Ne tapi dia juga tidak menyangkal bahwa mereka sepasang kekasih.

Tapi sebagai sesama perempuan, aku tidak pernah tahu apa yang direncanakan laki-laki di balik tatapan-tatapannya yang bisa membuat jatuh cinta. Mo Ne tidak sepenuhnya salah. Seandainya aku diposisi Mo Ne pasti aku pun akan dengan mudah jatuh cinta pada Gun Wook. Laki-laki dengan tatapan tajam membunuh, wajah dingin dan misterius, suara lembut, dan cowok banget. Lalu apakah ini salah Gun Wook yang membuat Mo Ne jatuh cinta? Sepertinya juga tidak, karena kelihatannya Gun Wook lebih tertarik untuk bermain-main dengan kakaknya Mo Ne. Hong Tae Ra.

Hong Tae Ra – Oh Yeon-soo

Tae Ra, perempuan yang cukup banyak menderita dalam drama ini. Hiks... (Gambar : sungkyeoul.wordpress.com)

Tae Ra, perempuan yang cukup banyak menderita dalam drama ini. Hiks… (Gambar : sungkyeoul.wordpress.com)

Dia adalah kakak Hong Mo Ne, seorang yang dingin, serius, perfeksionis, dan belum pernah jatuh cinta meski usianya sudah 30 tahunan. Belum pernah jatuh cinta bukan berarti belum menikah. Dia sudah menikah, menikah tanpa cinta. Pernikahannya hanya sebagai alasan bisnis perusahaan orang tuanya. Kasihan. Gun Wook pun memanfaatkan situasi ini untuk mencuri hati Tae Ra. Awalnya dia wanita yang gigih untuk menghindar, menahan hatinya untuk tidak dirampas Gun Wook. Tapi kalau kamu sudah nonton filmnya, Gun Wook memang tipe cowok yang susah buat bikin gak jatuh cinta. Apalagi dalam posisi ini Tae Ra adalah perempuan yang memimpikan cinta yang indah seperti film yang pernah ia tonton di sebuah bioskop saat masih sekolah. Tapi keadaan keluarga yang otoriter dan mendidiknya menjadi pembisnis ulung membuatnya melupakan keinginannya untuk punya kisah cinta.

Tae Ra membuat hatinya beku dan tidak peduli dengan perasaan yang satu ini, cinta. Tapi jauh dalam hatinya yang paling dalam ia masih sangat berharap bisa merasa “dicintai”. Shim Gun Wook pun masuk dalam kehidupannya. Menawarkan rasa yang hangat, rasa yang sangat ia rindukan, rasa yang sangat ia butuhkan. Mati-matian Tae Ra menyangkal perasaannya, karena dia tahu adiknya sangat mencintai laki-laki itu, namun akhirnya ia menyerah pada perhatian dan kehangatan Gun Wook. Dia jatuh cinta. Dia merasa mendapatkan apa yang ia butuhkan sebagai seorang wanita, yang tidak ia dapatkan dari suaminya.

Apakah aku boleh membela Gun Wook dan Tae Ra? Ya meski Tae Ra sudah menikah, namun ia sangat kesepian. Mungkin inilah alasan banyak orang di luar sana memilih satu hal yang begitu mengerikan, PERSELINGKUHAN. Berharap mendapat yang lebih bahagia, namun biasanya hanya menghasilkan kehancuran. Sampai saat ini aku menentang keras perselingkuhan. Namun saat menonton film ini aku sempat memposisikan diri di posisi Tae Ra. Perempuan dingin yang merindukan cinta, kesepian dalam kehidupan pernikahannya, suaminya yang tidak mencintainya, menikah karena urusan bisnis, lalu datang laki-laki dengan segala pesonanya dan kehangatannya. Akankah aku tidak jatuh cinta dan berpikir untuk selingkuh? Rasanya sulit.

Moon Jae In – Han Ga-in

Jae In, Si Pemeran Utama yang ambisius. (Gambar : pangeran229.wordpress.com)

Jae In, Si Pemeran Utama yang ambisius. (Gambar : pangeran229.wordpress.com)

Sayangnya, kedua wanita di atas bukanlah wanita yang benar-benar dicintai Gun Wook. Meski keduanya sudah memberikan seluruh hatinya, utuh pada Gun Wook. Moon Jae In, gadis ambisius, bukan orang kaya, tapi punya cita-cita menikah dengan pria kaya. Gadis inilah yang berhasil mencuri hati Gun Wook. Namun karena masa lalunya, karena misi balas dendamnya. Gun Wook justru harus menampakan rasa cintanya pada dua gadis itu, sedangakan ia harus menyembunyikan parasaan cintanya yang sebenarnya pada Moon Jae In. Dia terpaksa mengabaikan rasa rindunya, menelan rasa cemburu, mengabaikan kehangatan cinta saat ada di dekat Jae In. Di satu sisi dia tidak ingin Jae In masuk dalam hidupnya yang berantakan, di sisi lain dia juga tahu Jae In punya target untuk menikah dengan pria kaya Hong Tae Seong, yang merupakan salah satu orang yang ingin ia hancurkan.

Di sisi lain gadis ambisius ini agak lemot menyadari perasaan Gun Wook dan perasaannya sendiri. Dia terlalu fokus mengejar cintanya pada si pria kaya saingan Gun Wook. Hong Tae Seong. Meski di dalam hatinya yang paling dalam dia pun sempat merasakan “getaran” saat bersama Gun Wook. Meski berusaha menyembunyikan perasannya pada gadis ini, Gun Wook tak bisa membohongi dirinya sendiri. Begitu juga Moon Jae In pada akhirnya seberapa ia mengabaikan perasaannya, seberapa ketus Gun Wook bersikap padanya agar ia meninggalkannya, seberapa buruk masa buruk Gun Wook, seberapa brengsek dan jahat Gun Wook, ia tak bisa mengabaikan perasaan yang hadir pelan-pelan dan semakin besar setiap harinya. Dia sadar dia jatuh cinta pada Gun Wook namun sayang waktunya bisa dibilang sudah hampir terlambat. Ya, kadang kita baru sadar mencintai seseorang ketika kita sudah harus berpisah atau justru sudah benar-benar berpisah. Terkadang, memang ada takdir yang seperti itu.

bad guy 7

Di banding di film Moon Embracing The Sun, Ha Ga In pasangan sama Kim Soo Hyun, saya rasa dia lebih serasi sama Kim Nam Gil di drama Bad Guy ini. (Gambar : nanako223.blog129.fc2.com)

Hong Tae Seong – Kim Jae-wook

Hong Tae Song, cowok keren yang malang.

Hong Tae Song, cowok keren yang malang. (Gambar : sungkyeoul.wordpress.com)

Ah, ini laki-laki paling menderita dalam cerita ini menurut aku. Sayangnya, Hong Tae Seong tak sekeren Shim Gun Wook jadi aku tetap berpihak ke Gun Wook. Haha…. Bisa dibilang dia korban, namun justru bukan pemeran paling utama. Meski termasuk benang merah dalam cerita ini. Laki-laki urakan, cuek, playboy, tapi menyedihkan. Itulah yang menggambarkan dia. Di usia yang sama dengan Gun Wook dia dipisahkan dengan ibu kandungnya dengan sebuah kebohongan, dia dibawa masuk dalam keluarga baru yang asing. Menggantikan posisi Gun Wook yang seharusnya. Tae Seong jatuh cinta pada seorang gadis Choi Sun-young (diperankan Kim Min-seo), sayangnya gadis itu meninggal. Dia merasa sangat bersalah, dan merasa kalau gadis itu bunuh diri karena dia telah mengabaikan dan menyakitinya. Padahal ada alasan yang lebih kompleks daripada itu, kenapa gadis itu memilih bunuh diri. Di mana gadis yang ia cintai dan kematiannya ada hubungannya dengan masa lalu Gun Wook. tapi Tae Seong tidak tahu siapa Gun Wook, dia hanya tahu Gun Wook orang yang baik dan bisa dipercaya sebagai tangan kanannya. Padahal di balik tangan kiri Gun Wook tengah menggenggam pedang tajam yang bisa kapan pun memenggal kepalanya.

Laki-laki malang ini mempermainkan banyak perempuan karena rasa kesepiannya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Jae In. Ia masuk perangkap gadis ini yang punya cita-cita menikahi pria kaya. Di masa lalu saat ia benar-benar jatuh cinta perempuan itu harus mati, dan sekarang saat sekali lagi ia jatuh cinta pada Jae In, gadis itu justru mencintai Gun Wook. Pada akhirnya dia jadi yang paling menderita setelah Gun Wook, dia kehilangan keluarga aslinya, diabaikan keluarga palsunya, ditinggalkan gadis yang ia cintai. Padahal karakter Tae Seong meski agak urakan sebenarnya sosok yang baik dan bertanggung jawab. Sikap baik dan tanggung jawabnya bakal terlihat di episode-episode akhir. Meski akhirny sebal di episode akhir malah jadi kasihan banget sama dia. Ia menyembunyikan semua sifat baiknya dengan rasa kesepian dan kesedihan yang sangat tebal. Sehingga tampak seperti laki-laki yang tidak peduli apa pun dan menjalankan hidupnya dengan asal-asalan.

Nyonya Shin (Kim Hye-ok) & Tuan Hong (Jeon Gook-hwan)

Nyonya Shin.

Nyonya Shin. Mukanya jutek banget sih, Bu? (Gambar : ernimulyandari.wordpress.com)

bad guy 12

Tuan Hong, saat pingsan dan dipeluk Gun Wook. Gak dapet gambarnya yang sendirian dan mukanya jelas, ini yang paling oke ada Gun Wooknya. Gun Wooknya juga oke. xixi… (Gambar : kadorama-recaps.blogspot.com)

Inilah target utama Gun Wook, dia berpikir dua orang ini adalah yang telah merampas ketenangan dan kebahagian kehidupannya di masa kecil. Membuangnya dengan kejam. Membunuh kedua orang tuanya. Nyonya Shin dan Tuan Hong adalah ayah dan ibu dari Mo Ne dan Tae Ra. Nyonya Shin adalah tokoh paling antagonis dalam cerita ini. Sifatnya kejam. Senggol dikit bacok! Dia terobsesi dengan uang dan kekuasaan, dan tega menyingkirkan apa pun yang menghalangi jalannya. Sedangkan Tuan Hong selama ini hidup dalam ketidaktahuan kalau istrinya benar-benar seperti iblis dan telah menanamkan dendam yang begitu mengakar kuat dalam diri anak laki-lakinya, Gun Wook.

bad guy 11

Sukaaa… banget pas tatanan rambut Gun Wook dikebelakangin gitu. Cowok banget! Ini pas di awal-awal film. Sayangnya pas di tengah sampai akhir gaya rambutnya berubah jadi digerai gitu. Tapi tetep masih keren sih. (Gambar : rifahhafsari.wordpress.com)

Film ini cocok banget untuk yang bosan dengan film yang ceritanya “lurus-lurus” aja, cerita dalam film ini benar-benar berkelok-kelok, bikin panas dingin, bikin perasaan campur aduk. Di satu sisi pengin jatuh cinta dengan si tokoh utama seberapa brengseknya pun dia. Haha…. Film ini juga cocok banget untuk yang bosan dengan cerita yang terlalu sering menyuguhkan kisah berakhir bahagia. Kisah ini tidak menjanjikan penontonnya untuk tersenyum di akhir cerita, justru memaksa penontonnya mengerutkan kening, ingin marah tapi akhirnya malah menangis. Ya, itu sih yang aku rasakan saat nonton film ini.

bad guy 5

Ini bagian ending yang super nyebelin banget, tapi keren dan beda dari ending-ending drama Korea lain yang pernah aku tonton sih. Tiap lihat episode ini rasanya pengin masuk dalam laptop, narik kertas yang terbang-terbang itu, kasih ke Jae In! (Gambar : http://www.dramabeans.com)

“Di malam hari, di dalam kegelapan malam, aku tak bisa membedakan mana langit dan mana bumi. Aku tak bisa katakan kalau sebuah cahaya datang dari api atau cahaya bintang. Aku juga tidak bisa membedakan yang lainnya. Ke mana aku akan pergi? Apa itu surga? Ataukah neraka?”

–Shim Gun Wook.

PS. Sampai resensi ini aku tulis, aku belum bisa move on dari endingnya. Kalau inget ending film ini apalagi kalau sambil denger Thorn Flower-nya Jung Yeop, rasanya pengin nyekik yang punya ide ceritanya ini khusunya bagian ending, sambil teriak-teriak, “Kenapa! Kenapa! Shim Gun Wook harus berakhir begitu? Kenapaaaaah???” 😥

##

5 thoughts on “Bad Guy – Maaf, Membuatmu Mencintaiku (Resensi Film)

  1. Drama korea ini memang keren bgt. Suka bgt sm kim nam gil klo udh meranin tokoh yg penuh dendam.. hehe
    Klo boleh rekomendasi, tonton jg deh drama korea “shark”.. disitu, kim nam gil gak kalah keren dengan gun wook…

  2. Aku juga jatuh cinta sama goon wook mbk.. Sumpah…. Sampek… Aku ngejar film film lainnya.. Ohhh..

    Alasan kenapa e dingnya goonwook kayak gt.. Mungkin karena pesan yang mau disampaikan.. Sekeren seganteng sekaya dan secerdas apa pun kamu akhir dari balas dendam dalah sad ending..

    Tp ttp ndak rela sih sumpah gak relaaaaaaaaa

    Aku selaluberakggapan klo e dingnya goo woook selamat.. Menghilang disuatu tempat.. Trus suatusaat nanti balik nyariin sicew.. Sayang gakada badguy 2

    • Ya sama… aku juga berharap ada bad guy 2 yg happy ending, kasihan lho cwenya nungguin gitu sampai kapan ya… Film ini sempurna kerennya cuma kurang endingnya bikin susah tidur haha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s