Tentang Janji, Cinta, dan Keadilan – I Can Hear Your Voice

gambar : www.dramabeans.com

Park Soo Ha & Jang Hye Sung (www.dramabeans.com)

Ah, mungkin menyenangkan kalau seandainya semua orang bisa membaca isi hati orang lain. Jadi gak akan ada yang bisa bohong, kan?

Yang terjadi adalah meski kita melihat mata lawan bicara kita tetap gak tahu bagaimana cara membedakan suara hati dan suara mulutnya.

Ya pikiran-pikiran semacam itu, saya yakin sebagian orang pasti pernah terlintas, termasuk saya.

Oke, sekarang saya gak mau curhat, tapi mau review sebuah film yang baru selesai saya tonton. Saya selalu pengin nulis resensi film setiap sedang nonton film, tapi keinginan itu sering lenyap setiap saya selesai nonton filmnya. Males.😦 Makanya, sekarang saya pengin mulai belajar nulis resensi film. Yay! Semangat!

Film ini judulnya I Can Hear Your Voice (wikipedia). Aku bisa mendengar suaramu, dari judulnya pertama saya pikir ini cerita tentang seseorang yang bisu, lalu ketemu dengan seseorang yang bisa mengerti dia. Tapi saya salah besar, Sodara, Sodara! Jalan pikiran saya memang seringnya terlalu picisan.

Gambar : nikai-cafe.blogspot.com

I Can Hear Your Voice  (nikai-cafe.blogspot.com)

Film ini bercerita tentang seorang cowok yang bisa membaca pikiran atau isi hati orang lain dengan cara melihat matanya. Alasan pertama saya tertarik dengan judulnya. Terus saya search keyword film ini dengan fitur ‘image’ di google. Ah, pemeran cowoknya lucu juga, dan saat lihat pemeran ceweknya saya kira salah satu aktris favorit saya yang main di film Rooftop Prince. Iya, favorit meski gak hapal namanya. Aktris Korea yang saya ingat namanya cuma Park Shin Hye. Payah memang daya hapal saya dengan nama-nama aktor dan aktris Korea. Dan ternyata sampai artikel ini ditulis sehari saya baru nyadar tokoh cewek ini bukan tokoh yang main di film Rooftop Prince. Itu pun karena ada yang kasih tahu di kolom komentar postingan ini, terus saya baca di wikipedia. Terus saya pun jadi gak tenang, dan langsung pengin edit isi postingannya. haha.. *malu* Kalau gak ada yang ngasih tahu, mungkin saya masih mikir mereka orang yang sama. Film Rooftop Prince (semoga kapan-kapan saya bisa tulis resensinya juga), salah satu K-Drama favorit saya. Meski belum banyak K-Drama serial yang saya tonton.

Setelah memutuskan ingin nonton karena aktor dan aktrisnya, saya cek rating di Internet untuk film ini pun bagus. Akhirnya saya melanjutkan nonton. Jumat malam itu saya mulai nonton episode 1, episode 2, episode 3, saya begadang sampai tengah malam. Voila! Adegan per adegannya bikin penasaran. Saya ketagihan. Sabtu pagi saya nonton lagi episode 4 kalau gak salah sampai episode 6. Tadinya saya berniat mau marathon nonton sampai sore. Tapi ternyata saya lupa kalau Sabtu itu harus pulang ke Cikarang karena ada janji ketemu teman. Nonton pun harus ditunda. Alhasil Sabtu malam dan hari Minggu saya cuma bisa penasaran-penasaran sendirian di rumah gak bisa streaming karena gak ada layanan Internet yang mendukung buat streaming seperti di kost. Biasanya saya males banget kalau sudah hari Senin harus ninggalin Cikarang, tapi khusus pekan ini cukup agak bersemangat buat kembali ke Jakarta. Buat lanjutin nonton. Setelah marathon sampai malam ini, Rabu, serial drama Korea ini pun tiba di episode terakhir. Masalahnya, setiap nonton film bagus itu mesti serba salah, di satu sisi pengin cepet-cepet sampai di episode akhir dan lihat happy ending-nya, tapi di sisi lain juga rasanya gak rela kalau filmnya ternyata sudah tamat.

Jadi, apa yang bikin menarik? Saya gak tertarik menceritakan sinopsisnya karena sudah banyak di Internet dan biasanya kalau sudah diceritakan nanti pas nonton jadi gak seru lagi. Setiap nonton film saya pun begitu, meski cari tahu rating segala macam, tapi sebisa mungkin menghindari sinopsis cerita supaya nontonnya ‘kejutan’. Inilah kenapa saya sempat salah ngira tentang jalan cerita film ini, mengira tentang kisah orang bisu segala macam, seenggaknya sampai 5 menit pertama episode pertama dimulai.

Gambar : couch-kimchi.com

Empat Pemeran Utama di I Can Hear Your Voice  (couch-kimchi.com)

Menurut saya film ini sukses banget menggabungkan, fantasi, action, romance, dan komedi. Setelah My Love from the Star yang bercerita tentang alien ganteng dan Rooftop Prince yang bercerita tentang orang dari masa lalu nyasar ke masa depan. I Can Hear Your Voice adalah serial Korea ketiga berbau fantasi dan saya suka. Suka banget!

Gambar : www.dramabeans.com

Park Soo Ha, Kereeeeen banget ya cara berdirinya! Sebenernya pengin lampirin foto Park Soo Ha yang banyak di sini, tapi gak adil masa yang lain satu foto tp dia banyak.😛 (www.dramabeans.com)

Tokoh Park Soo Ha yang diperankan Lee Jong Suk sukses bikin saya ‘meleleh’ pada episode pertama. Meski di awal cerita dia adalah anak SMA yang memendam cinta selama 11 tahun sama orang yang cuma sekali dia temui namun berjasa besar dalam hidupnya, tapi di episode selanjutnya dia malah kelihatan keren dan semakin keren. Park Soo Ha ini digambarkan jadi tokoh yang cerdas dan jago bela diri. Tipe saya banget! *Uhuk* dia juga si tokoh utama yang bisa membaca pikiran orang lain. Tapi sayangnya dia punya masa lalu yang kelam. Selama sebelas tahun dia membawa perasaan cinta pada seorang perempuan di masa lalunya, sekaligus membawa rasa takut, marah dan rasa ingin membunuh seseorang pria dari masa lalunya.

Gambar : withljongsuk.com

Jang Hye Sung, di meja pengacara. Suka-suka banget sama karakternya di film ini.🙂 (withljongsuk.com)

Takdir memang tidak bisa ditolak, begitu juga dalam film apa yang direncanakan penulis skenario dan sutradara pasti terjadi. Park Soo Ha kemudian bertemu kembali dengan perempuan di masa lalunya, perempuan yang baginya sangat berjasa, menyelamatkan hidupnya, pahlawannya, dan sosok yang ia berjanji akan selalu dilindunginya apa pun yang terjadi. Jang Hye Sung. Tokoh utama perempuan ini diperankan Lee Bo-Young. Setelah menunggu 11 tahun tentu bayangannya tentang perempuan ini adalah sempurna. Tapi memang benar kata pepatah, jangan berharap agar tidak kecewa. Karena kenyataannya “bidadari” yang dia harapkan tidak sesempurna itu. Dia gadis jorok dan ceroboh. Tapi katanya cinta tidak bisa dipengaruhi cuma dengan hal-hal begitu saja. Ya, Park Soo Ha tetap mencintai Jang Hye Sung, meskipun usianya terpaut jauh di bawah perempuan itu.

Gambar : inspiredkdramafan.wordpress.com

Pengacara Cha Gwan Woo. Di awal cerita penampilannya memang agak culun, tapi sebenernya lumayan keren juga.😀 (inspiredkdramafan.wordpress.com)

Jadi ini soal kisah cinta di mana si perempuan lebih dewasa dari laki-lakinya. Tapi di sinilah serunya. Kadang usia bukan patokan, kan? Perempuan memang ditakdirkan jadi sosok yang manja, cengeng, dan lemah. Meski usianya jauh lebih dewasa, namun dalam beberapa hal perempuan akan selalu bergantung pada laki-laki yang dicintainya meski usianya lebih muda. Dan tak ada laki-laki yang tidak menjadi jauh lebih dewasa ketika ia benar-benar sedang jatuh cinta. Kisah cinta mereka gak berjalan mulus, ada musuh yang selalu mengintai dan menyimpan dendam selama 11 tahun dan ingin membunuh mereka berdua. Selain itu ada juga pihak ketiga, pengacara Cha Gwan Woo yang naksir berat sama Jang Hye Sung. Jang Hye Sung pun sempat berpikir mencintainya, karena dia gak mau mengakui mencintai Park Soo Ha karena lebih pantas jadi adiknya. Park Soo Ha sendiri menganggap Cha Gwan Woo sebagai ancaman dan sering membuatnya patah hati dan minder. Karena secara logika memang laki-laki ini lebih pantas mendampingi gadis yang dicintainya. Tapi jika benar-benar cinta gak boleh menyerah, dong!

Gambar : withljongsuk.com

Seo Do Yoen, di akhir cerita perannya makin intens. Tiap lihat dia iri, langsing bangeeeet. (withljongsuk.com)

Selain tiga tokoh yang sudah saya ceritakan ada dua tokoh lagi yang jadi benang merah cerita, Seo Do Yoen dan Min Joon Gook. Sebenarnya banyak banget tokoh lain yang pengin saya ceritakan tapi bisa-bisa gak tahu kapan selesainya. hehe….

Secara singkat Seo Do Yoen adalah teman kecil Jang Hye Sung dan juga masih punya ikatan dengan masa lalu Park Soo Ha dan Min Joon Gook. Mungkin bisa dibilang kalau tanpa Seo Do Yoen, Park Soo Ha dan Jang Hye Sung gak akan bertemu 11 tahun lalu di pengadilan Min Joon Gook.

Gambar : seoulbeats.com

Ah, ini dia si antagonisnya, tapi di akhir cerita ada kasihannya juga sih pas tau latar belakangnya jadi penjahat. huh! (seoulbeats.com)

Sedangkan Min Joon Gook adalah si penjahat yang menyimpan dendam selama 11 tahun. Min Joon Gook sangat ingin membunuh Jang Hye Sung karena kesaksian perempuan inilah dia dipenjara selama 10 tahun. Sedangkan Park Soo Ha sangat ingin mellindungi Jang Hye Sung dari Min Joon Gook seperti janjinya selama 11 tahun yang lalu.

Banyak adegan di pengadilan, kisah ini memang bercerita soal keadilan dari sudut pandang yang unik. Selalu ada sebab dan akibat. Kadang kebenaran tak selalu menang di ruang sidang. Dan kadang kejahatan perlu disembunyikan untuk mendapat kemenangan di ruang sidang. Kadang saya pun bertanya-tanya berapa banyak orang di luar sana yang tidak mendapat keadilan meski berada di ruang persidangan. Berapa banyak orang luar sana yang memberi kesaksian palsu. Berapa banyak orang di luar sana yang terpaksa melakukan kejahatan karena mereka tidak punya pilihan lain. Hal-hal yang seperti sentilan dan pelajaran dalam hidup diselipkan dalam adegan demi adegan di film ini.

Gambar : anis-kpoplovers.blogspot.com

Ibunya Jang Hye Sung. Ibu-ibu ini memang sering muncul di serial atau film lepas dan aktingnya selalu menyentuh. Keren! : (anis-kpoplovers.blogspot.com)

Ah, ya, ada satu lagi tokoh favorit saya di film ini, Ibunya Jang Hye Sung. Yang diperankan oleh Kim Hae-sook. Meski terkesan galak, dan gak pedulian, suka marah-marah, tapi di balik itu semua ada sosok ibu yang terlukis dengan sangat baik. Sesekali saya merasa melihat sosok ibu saya di sana. Kadang seorang ibu memang tampak gak peduli dengan anaknya, padahal jauh dilubuk hatinya, di belakangnya, dia selalu mendoakan, dan dia adalah orang yang paling bangga dengan anaknya. Meski tidak selalu diutarakan tapi seorang ibu selalu menempatkan anaknya di posisi pertama orang terpenting dalam hidupnya. Seorang ibu juga menjadi guru pertama dan terpenting dalam kehidupan seorang anak.

Ibu Jang Hye Sung memberi wasiat pada anaknya, “Jika kita hidup dengan pemikiran, mata diganti mata, gigi diganti gigi, bukankah semua orang di dunia ini hanya akan menjadi cacat?” Maksudnya apa pun yang terjadi kita tidak boleh menyimpan dendam dan kebencian pada orang lain, karena hal itu hanya akan membuat kita menderita dan menyedihkan. Saat kita membenci seseorang yang telah membunuh orang yang paling kita cintai, kita pun merasa ingin membalas dendam dengan cara yang sama yaitu membunuhnya. Lalu apa bedanya diri kita dengan penjahat itu? Saat kita merasa sakit hati dengan sikap orang lain lalu kita pun ingin orang itu merasakan rasa sakit yang sama. Tentu itu sangat menyiksa, karena hidup jadi tidak tenang melihatnya bahagia, dan sibuk memikirkan cara agar hidup orang itu menderita, padahal hidupnya sendirilah yang menderita karena kebenciannya. Memaafkan memang gak mudah, melawan rasa sakit hati dan melenyapkan dendam pun harganya gak murah. Tapi semua bukan mustahil. Setidaknya itulah kurang lebih hal yang bisa saya tangkap dari film ini.

Tentang pikiran saya dulu tentang seandainya semua orang bisa membaca pikiran orang lain pun teralihkan. Setelah nonton film ini saya berpikir, untung saja Tuhan gak mengizinkan hal itu. Seandainya iya, apa jadinya dunia? Mungkin hanya lurus tanpa warna-warni. Bagaimana jika isi hati orang lain semua terlihat transparan, gak ada rahasia, gak ada ketegangan, gak ada hal-hal menarik lain, gak ada usaha untuk mencari tahu. Lagi pula, terkadang gak semua hal yang kita pikirkan ingin agar orang lain tahu juga, kadang ada yang memang ingin kita simpan dan ada yang ingin diutarakan. Dan gak semua kebenaran harus dan ingin didengar. Namun apa pun, sepahit apa pun, mengatakan kejujuran adalah pilihan yang paling benar.

Selain cara bercerita film ini yang gak hanya menyajikan hiburan tapi juga pelajaran-pelajaran yang diselipkan secara halus namun bisa terasa begitu melekat di hati. Saya sangat suka cara cerita film ini yang menggabungkan alur maju dan mundur dengan sangat rapi. Membuat kita tidak bosan ataupun bingung.

Pokoknya, jika ada rating 1-10 saya akan kasih rating 10 sebanyak 7 kali.😀

Terakhir saya suka banget OST-nya yang ini :

Entah kenapa kalau didengarin rasanya “hangat” banget gitu. Seperti menyesap secangkir teh dan biskuit kelapa sore-sore pas lagi gerimis. Pertama dengar tentu aja saya gak tahu isi lagunya apa, tapi langsung suka. Mungkin karena melodi musiknya atau karena suara vokalisnya. Gak tahu. Pokoknya lagu ini cocok didengarin sama orang yang lagi berbunga-bunga atau merasa sedang jatuh cinta. Saya setiap stel lagu ini dan baca liriknya pasti jadi senyum-senyum lama banget. Eh, jangan-jangan saya sedang jatuh cinta juga makanya suka lagu ini?😛

Oke, selamat menonton untuk yang mau menonton.😉

6 thoughts on “Tentang Janji, Cinta, dan Keadilan – I Can Hear Your Voice

  1. Hai Itaa, kamu syalaaah. Lee Bo Yong g main di Rooftop Prince, yg di Rooftop itu Han Ji Min. Kalau mau drama suspense yg lain nonton deh drama nya Tante Lee Bo Yong yg paling baru, bagus juga, God’s Gift 14 Days

  2. saya udah menonton film ini tapi tak ada bosanya lihat park soo ha sebenarya saya ngga suka film korea tapi yg satu ini jalan ceritanya beda bangat kata temen”saya park soo ha ini cocok sama pengacara jang top by saipa du’ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s