Jika Aku Jatuh Cinta

ilustrasiJika aku jatuh cinta, aku hanya akan jatuh cinta diam-diam. Pun jika suatu hari laki-laki yang kucintai diam-diam itu tiba-tiba mengatakan bahwa dia mencintaiku dan ingin aku menjadi kekasihnya. Aku akan bilang padanya bahwa aku tidak mencintainya. Agar dia tak punya kesempatan untuk memanfaatkan cinta ini lalu menghancurkan hatiku suatu hari nanti, karena dia tahu aku mencintainya, sangat mencintainya.

Berhati-hati lebih baik, bukan? Karena jika laki-laki tahu ada seorang perempuan yang menjatuhkan hatinya tepat di genggaman tangannya, maka ia takkan sungkan memainkannya. Hingga hancur. Ya, hingga hancur!

Kau tahu, laki-laki semacam itu begitu senang melihat air mata perempuan? Apalagi jika air mata itu berasal dari hati perempuan, bukan sekadar berasal dari matanya. Ia akan mengumpulkan air mata-air mata itu, untuk membangun sebuah istana kaca yang menyedihkan.

Jadi, diam saja, diam saja jika kau jatuh cinta. Sebelum kau tahu bahwa di mana kau bisa menjatuhkan hatimu. Di telapak tangannya atau di hatinya? Jika kau sudah yakin bahwa dia sudah menyiapkan ruang di hatinya untuk kau menjatuhkan hatimu di sana, bukan sekadar membuka telapak tangannya saja dan menyodorkannya padamu, maka jatuhkan hatimu di sana, di hatinya. Ia akan menjaga hatimu dengan baik seperti ia menjaga hatinya sendiri.

Lalu, bagaimana cara membedakan telapak tangan dan hati laki-laki? Aku tidak tahu.
–05112014 |ita.

ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s