Hanya Sesuatu yang Terburu-buru

Jika ada yang lebih tergesa-gesa dan terburu-buru daripada hari Senin, mungkin itu hanyalah ketika kau memutuskan untuk mengatakan kau mencintaiku.

Seandainya kau mau bersabar sedikit saja setelah bertemu denganku, karena beberapa waktu kemudian kau bertemu dengannya. Seandainya kau mau bersabar sedikit saja untuk tidak buru-buru menyatakan cinta padaku, namun kau menyatakan cinta padanya saja. Rasa sakit yang seperti kemarin pasti takkan pernah sampai ke hatiku. Dan aku takkan pernah berpikir bahwa kau benar-benar mencintaiku selama ini, lalu pelan-pelan aku pun belajar mencintaimu, namun akhirnya kau paksa aku untuk menelan rasa sakit yang bertubi-tubi saat kau mengatakan kau mencintainya di depanku.

Apakah kau tahu kelopak mataku seluruhnya adalah benih air mata? Apakah kau tahu jika hati ini bahkan lebih rapuh dari awan-awan di musim penghujan? Kau pasti tidak tahu, jika kau tahu kau takkan tega menyakitinya.

–16092014 | ita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s