Unsur-Unsur Hati dalam Lingkaran Jatuh Hati

By:  Hello Angel Creative

Image by : Hello Angel Creative

Jika kau jatuh cinta lagi di saat kau sedang mencintai orang lain, maka pilihlah yang kedua dan tinggalkan yang pertama. Karena jika orang yang pertama benar-benar kau cintai, kau tidak akan pernah ingin berpaling jika ia masih berada di sampingmu, meski sekejap.

Dalam sebuah lingkaran takdir jatuh cinta selalu ada, empat unsur, sesuatu yang mencintai, sesuatu yang dicintai, sesuatu yang saling mencintai, dan sesuatu yang harus patah hati. Kadang kita tidak tahu ada berapa jumlah hati dalam unsur ‘sesuatu yang mencintai’, namun kita selalu tahu hanya ada satu hati dalam unsur ‘sesuatu yang dicintai’ kenapa? Karena hati kita terlalu sempit, untuk meletakan lebih dari satu nama sekaligus, dan isi kepala kita terlalu sibuk untuk memikirkan cinta dari dua nama sekaligus. Lalu pada sesuatu yang saling mencintai, harus selalu ada dua hati yang bahagia dan realistis. Dan tentang unsur terakhir, sesuatu yang harus patah hati, ini hanya soal penerimaan, Tuhan tahu meski saat ini ia harus ditinggalkan, dan dipatahkan hatinya, suatu hari dia juga akan berada pada unsur takdir yang lain, sesuatu yang mencintai, sesuatu yang dicintai, lalu menjelma sesuatu yang saling mencintai. Tak perlu merasa bersalah untuk mematahkan hatinya, ini bagian dari takdir, dan ia akan mengerti pada suatu saat, meski awalnya terjadi kesedihan dan penolakan.

Ini bukan untuk kalian saja, yang pernah datang dalam hidup saya, yang mencintai, yang dicintai, yang saling mencintai, atau yang mematahkan hati, bukan. Ini untuk setiap orang yang sedang dipusingkan dengan unsur-unsur takdir. Percayalah yang mana pun unsur takdir yang sedang kita meletakan hati di sana, akhirnya selalu ada kata bahagia, namun mungkin kerumitan perjalanan mencapai ke sana berbeda-beda.

–12092014 | ita

*ilustrasi:Β Hello Angel Creative

5 thoughts on “Unsur-Unsur Hati dalam Lingkaran Jatuh Hati

  1. Saya terbayang tokoh2 kugy, keenan, remi, dan luhde. Ada sosok yg hanya dipatahkan hati, ada yg saling. Tapi ah tapi, ketika sudah terlanjur memilih, harusnya komitmen bisa menjadi pengikat utk tidak meninggalkanπŸ™‚

    Penjelasan yg menarik mbak ita..

    • iya yah.. aku jg nonton film itu, tp gak kepikiran soal mereka pas nulis ini, kalo dipikir2 bisa nyambung juga. Kalau hanya cinta saja lebih baik cintai diam-diam, saling mencintai butuh komitmen, butuh banyak hal. hhe.. Makasih sudah baca-baca di sini.πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s