Helena Gomez Mencari Cinta !

 

 

page1

Helen, lagi browsing jodoh via internet ya? Serius amat!πŸ˜€

Bertepatan dengan hari ulang tahun blog saya yang keenam (padahal mestinya sih lupa kalau aja WP gak ngasih tahu, hhi..), saya mau cerita tentang peliharan saya di rumah, namanya Helen. Namanya panjangnya Helena Gomez (kembaran Selena Gomez? Mungkin. :p). Hanya bedanya sampai hari ini Helena Gomez belum menemukan Justin Biebernya alias masih single ting-ting.

Helen itu jenis kucing persia medium, warna abu-abu belang, betina, umurnya katanya sekitar satu taun tiga bulan, dan dia centil banget kalau pubernya kumat. Saya gak melihara Helen dari masih bayi. Helen pertama kali tiba di rumah saya tanggal 6 Mei 2014.

Helen waktu baru sampai di rumah, masih cecelingukan.

Helen waktu baru sampai di rumah, masih cecelingukan.

Sebenarnya sudah sejak lama saya pengin pelihara kucing ras, bahkan sempat beberapakali tanya di petshop. Namun kakak saya selalu melarang dengan dua alasan, pertama rumah saya akses langsung ke jalan raya jadi takut kalau melihara binatang di rumah kabur ke jalan raya, kedua kucing ras harganya lumayan nguras dompet kalau beli di petshop (kebetulan waktu pengin melihara masih kuliah jadi masih minta uang kakak).

Tapi di saat saya hampir lupa pernah pengin melihara kucing, kakak saya itu tiba-tiba menawarkan kucing via SMS. Informasi tambahan, sekarang saya dan kakak saya LDR-an sudah gak tinggal serumah lagi. Dia di Cikarang saya di Jakarta Pusat, ngekos supaya dekat kantor. Secara singkat di SMS dia bilang temannya ada yang punya kucing jenis persia tapi mulai gak terawat, makannya banyak dan hobi mecahin telur di dapur, kucing itu semacam sudah tidak diharapkan lagi keberadaannya di sana. Dulu kucing itu punya anaknya teman kakak saya kalau tidak salah, tapi belakangan anaknya juga sibuk. Kakak saya iseng tanya, “kucingnya dijual?”, eh temannya kakak saya malah dengan suka rela menawarkan kakak saya untuk mengadopsi Helen secara gratis. Kakak saya yang saat itu niatnya cuma iseng pun bingung, konon dia punya prinsip “gak boleh nolak rejeki”, kakak saya SMS saya, dia tanya apa saya masih pengin melihara kucing persia? Ya, tentu dengan senang hati saya bilang, “masih donk!” Akhirnya dengan perjanjian saya yang urus biaya makan dan perawatan si kucing selama di rumah, si kakak membawa Helen ke rumah. Hari itu bukan weekend jadi saya gak bisa langsung ketemu Helen. Harus tunggu sampai Sabtu, dan di kantor rasanya jadi lama sekali. Informasi yang saya dapat awalnya cuma “Kucingnya warna abu-abu, cewek”. Dalam pikiran saya Helen adalah anak kucing yang lucu… Dan saya ternyata salah sodara-sodara. Helen sudah besar!

Helen tidur siang di tangga

Helen tidur siang di tangga, lagi mimpi apa ya?

Sebetulnya saya punya sedikit phobia sama kucing besar, takut ngegendong kucing karena pernah dicakar. Tapi saat pertama ketemu, Helen jinak banget malah dia melingkar-lingkar di kaki saya, saya pun luluh, dan akhirnya entah ke mana lenyapnya phobia saya, saya gendong Helen tanpa takut. Akhirnya setelah mungkin lebih dari lima tahun gak pernah gendong kucing lagi. Saya ingin kasih dia nama ternyata dia sudah punya nama sendiri, Helen. Lalu biar keren saya kasih nama belakang, jadilah, Helena Gomez. Biar gedenya bisa jadi penyanyi (?).

Helen pose tidur asal-asalan

Helen pose tidur asal-asalan

Akhir pekan jadi hari yang paling saya tunggu-tunggu buat bisa cepat-cepat pulang ke Cikarang, kalau biasanya malas macet-macetan Jumat malam dan lebih milih pulang Sabtu pagi karena jalanan Jakarta sepi, sekarang saya usahakan Jumat malam selalu sudah di rumah.

Karena ini adalah pengalaman pertama saya dan kakak saya melihara kucing ras, kami berdua pun sibuk browsing dari mulai makanan sampai kandang. Pokoknya heboh banget! Selain browsing sempat tanya-tanya teman juga yang sudah lebih dulu melihara kucing ras. Awalnya kakak saya cuma merasa jadi perantara antara saya dan Helen. Namun semakin hari, pelan tapi pasti malah lebih kelihatan dia yang paling khawatir sama Helen. Contohnya saja waktu Helen pertama mengalami puber atau bahasa dokternya birahi. Helen gak mau makan, rambutnya rontok, kerjaannya guling-gulingan di lantai, kalau malam gak tidur malah teriak-teriak, dan kalau ada kucing lewat pasti langsung diajak tinju. Sebetulnya saya juga panik, namun kata dua teman saya dan hasil browsing itu ciri-ciri kucing siap kawin. Astaga, Helen sudah pengin kawin, padahal saya pengasuhnya aja masih belum ketemu jodoh begini! Ckck.. Gak sopan ya, kucing zaman sekarang!

Helen tidur sambil meluk kaki bangku (atau tidur sambil dorong bangku? ngelindu? Entahlah.)

Helen tidur sambil meluk kaki bangku (atau tidur sambil dorong bangku?)

Kakak saya dan saya sibuk nanyain tetangga yang punya kucing juga, tapi kebanyakan kucingnya sama-sama cewek. Ada satu kucing dekat rumah yang jantan warnanya putih, tapi pas mau dijodohin kucing itu malah kabur dari rumah pengasuhnya. Untung Helen belum jatuh cinta sama itu kucing jadi dia gak perlu mengalami apa itu arti kehilangan dan patah hati (oke, plis jangan curhat, Ta!). Kucing kedua yang mau dijodohin ke Helen adalah kucing dekat rumah juga namun kabar terakhir kucingnya sakit dan setelah berkali-kali saya hubungin pengasuhnya gak ada kabar lagi. Oke, untuk kedua kalinya proses pernikahan Helen mesti tertunda. Kucing ketiga adalah kucing teman kerja saya di kantor, saya sudah foto-foto bahkan fotonya sudah saya kasih lihat Helen, dan Helen cuma meong-meong saja entah apa maksudnya mungkin dia bilang “Lumayan, ganteng juga!”. Kakak saya pun yang awalnya gak mau ngeluarin uang sudah ngajak patungan buat beli kandang kucing satu lagi untuk calon suami Helen dan nanti mungkin bisa dipakai juga buat anak-anaknya. Kami pun menyusun hari untuk pertemuan Helen dan kucing teman saya itu. Tapi malang tak bisa ditolak, perjodohan ketiga pun harus kandas di tengah jalan. Adiknya teman saya gak mengizinkan kucingnya saya bawa ke rumah, adiknya nangis, sedangkan kalau Helen dibawa ke sana katanya kucing perempuannya lagi hamil dan cenderung galak dengan kucing lain. Dan kesepakatan terakhir adalah BATAL!

Helen pose galau :D

Helen pose galauπŸ˜€

Sedih, sebagai pengasuh saya merasa GAGAL! Gagal mencarikan jodoh yang tepat untuk Helen. Kakak saya pun ikut sedih, apalagi kalau pubernya kumat. Awalnya dua bulan sekali, lalu sebulan sekali, sekarang pubernya bisa dua minggu sekali, sudah makin parah. Dan masih belum ketemu jodoh. Alternatif terakhir sepertinya akan kami bawa ke petshop dekat rumah yang punya jasa pacak kucing. Selain petshop info terakhir kakak juga coba search jasa pacak kucing sekitar Cikarang via kaskus. Nanti tinggal dicari mana yang harga pacaknya cukup bersahabat.

“Pacak kucing di pet shop mahal, Kak!”
“Ya, gak papa.”
“Empat ratusan kalau di internet.”
“Gak papa, asal Helen gak galau terus. Kasihan, gak tega lihatnya kalau lagi pubernya kumat.”

20140801_103433

Helen tidur di track tamiya, rasa lagi berjemur di pantai banget.πŸ˜€

Nah kan, padahal awalanya dia bilang gak mau ikut campur soal biaya makan dan perawatan. Tapi sekarang dia yang paling semangat cari info jasa pacak kucing via internet. Cinta-cinta mulai bersemi. Malah sekarang sering lihat yang bersihin kandang Helen ya kakak saya itu, nyaringin eeknya dari kotak pasir. Dan si Helen pun makin jinak sama kakak saya, kalau dipanggil sambil tepuk tangan dia langsung nyamperin, kalau sama saya mah nyamperinnya kalau saya bawa makanannya. Terus kalau diteriakin kakak saya dengan nada orang marah Helen langsung pasang muka sedih nunduk gitu, biasanya kalau pas dia mau keluar gerbang rumah pasti kakak saya teriak biar dia gak jadi keluar, takut ada yang ngambil, maklum jalan umum. Memang katanya kucing itu bisa melembutkan hati pengasuhnya, termasuk hati laki-laki. Dan saya percaya!

Sampai jumpa di kisah-kisah Helena Gomez selanjutnya!

Sampai jumpa di kisah-kisah Helena Gomez selanjutnya!

Begitulah singkat cerita, rencananya pekan ini Helen mau ke nyalon dulu persiapan sebelum dilamar, abis itu tunggu puber lagi langsung dibawa deh ke rumah mempelai pria. Pilihan terakhir jatuh pada kucing peaknose extreme long hair di daerah Tambun. Doain yah, semoga Helen dapat jodoh yang tepat, anaknya lucu-lucu, dan si kakak makin sayang sama Helen! Anaknya sudah banyak yang ‘nyarter’ buat adopsi, kalau si Helen tahu mungkin dia bakal bilang “Yaelah.. kawin aja belum!”

 

*gambar : koleksi pribadi

One thought on “Helena Gomez Mencari Cinta !

  1. mlm mba,wah helena msh mau dikawinin gak hehe..kucing tante sya di pulogebang cibo namanya lagi birahi tuh..pengen minta dikawinin hahaha..kl mau bisa kontak email sya..thanx mbaπŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s