Saat suara tak mau bercerita, tulisan mewakili kata-kata untuk bercerita. Di sini. Menuliskan cerita, menyimpan harapan, membingkiskan rasa, dan membolak-balik kenangan. Di sini.

Arsip Kategori: cerpennya itaita

Dear Diary, Hari ini, 26 April 2012, pagi sekitar pukul tujuh sampai delapan, di sebuah bus—yang plat nomornya aku lupa, yang pasti bus jurusan Jati Asih-Tanah Abang. Olah raga pagi seperti biasa, mengejar bus yang hampir meninggalkan halte dan akhirnya aku naik bus lewat pintu belakang, bersyukurlah saat itu masih ada satu bangku penumpang untuk [...]


Syeeeebeeel… benar yah kata pepatah nyesel itu mesti deh belakangan datengnya. Ya iyalah coba kalo duluan gak ada deh orang di dunia ini yang bakalan punya rasa mumet, galau sampai mau bunuh diri, mungkin. Ini lah yang sedang aku alami sekarang. Kurang satu hari lagi genap dengan tanggal sakral itu. Kau tau, 14 Februari! Yayaya… [...]


*gambarnya! Selama dua tahun sejak pertama aku menginjakan kakiku di kelas bercat biru laut ini, dan sekarang aku sudah kelas dua belas kelas atau kelas terakhir selama aku menggunakan seragam putih abu ini. Ujian pun sudah beberapa minggu lalu berlalu, tapi sesekali aku dan teman sekelas masih harus datang ke sekolah untuk ujian praktek dan [...]


** Killa; Minggu, 6 Februari 2011 Aku makin ngeri tiap menatap cermin, ya sejak berapa hari cermin itu menjadi musuh terbesarku.  Aneh memang, biasanya anak perempuan seusiaku akan sangat suka bersolek, bercermin ataupun menyisir rambutnya. Dulu aku juga suka bersolek, sebelum kanker di otakku ini mulai menggrogotiku. Tiap bercermin aku selalu ngeri sendiri melihat tubuhku [...]


link gambar 23 Maret 2011 apa kau orang yang Tuhan kirim untuk menemaniku mengumpulkan kenangan yang masih tercecer di jalan-jalan karenanya? apa kau orang yang Tuhan kirim untuk bantu aku bilang selamat jalan pada cerita tentang dia? apa kau orang yang tuhan kirim untuk menghadiahkan kenangan baru yang lebih manis dan tak mencecerkannya lagi di [...]


“Doooorr!! Nan, lo ngeliatin apaan sih? Dari tadi gue peratiin dari depan pintu serius banget.” Gia menepuk pundak Kinan yang sejak tadi tampak terlalu serius menunjukan matanya lurus ke arah lapangan outdor sekolah. Sedang ada beberapa anak yang ikut ekskul basket berlarian mengoper-ngoper bola dan sesekali memasukkannya ke ring. “Hm… I know I know…” Gia [...]


Apa kau pernah merasakan jatuh cinta? Pasti sudah, hm… kalau merasakan perasaan yang mengumpal, tersimpan  begitu rupa tapi tak tahu bagaimana cara mengungkapnya, apa kau tahu juga rasanya? Mau aku ceritakan secuil cerita tetang ‘itu’, rasa yang mengumpal-gumpal tapi hanya tersimpan, setiap detik ingin melihatnya, tapi tak pernah benar-benar sanggup menatap matanya.


Aku Carmia, namaku berarti mawar. Ya, dari bahasa Latin. Mawar yang kata kebanyakan orang melambangkan perasaan. Kuning, untuk persahabatan—tapi aku sangsi kuning justru sering melambangkan bendera kematian—merah katanya cinta yang membara—apa iya begitu? Merah katanya api, dan setahuku api itu berbahaya—dan putih untuk sebuah ketulusan—ketulusan atau kesucian atau justru keluguan? Mungkin sama saja—dan  merah muda [...]


  Sekarang aku sedang menunggu temanku Bunga di halte bus. Entah sudah berapa kali aku melirik jam tangan mungil di tangan kiriku, jarum pendeknya tepat di angka tiga. Ups… Bunga telat lagi! Sebentar aku melirik terotoran yang dipenuhi oleh penjalan kaki yang kepanansan—seperti aku sekarang—mereka menggunakan handuk kecil untuk sekedar menutup sebagian kepalanya, atau dengan [...]


Hujan  malam ini deras sekali. Titik-titik airnya seolah saling berkejaran menjadi yang pertama menyentuh kulit bumi. Bintang-bintang saja seolah takut hadir di langit yang gelap malam ini. Apalagi sang ratu malam itu dia sama sekali tak berani tampak. Mungkin takut dengan derasnya hujan yang tanpa pelangi itu. Aku terpaku di sisi jendela kayu ini. Masih [...]



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 112 pengikut lainnya.