Saat suara tak mau bercerita, tulisan mewakili kata-kata untuk bercerita. Di sini. Menuliskan cerita, menyimpan harapan, membingkiskan rasa, dan membolak-balik kenangan. Di sini.

Arsip Kategori: aku, dia, kau dan kata2

Secangkir puisi hangat di meja beranda bercat ungu Kubuat spesial untukmu dengan kepulan asap rindu Menemanimu yang sedang menyusup di sela berita koran minggu


gambarnyaDi satu hari, tiba-tiba aku merindukanmu… sangat. Dan tidak tahu harus bagaimana.Ingin mendengar suaramu yang selalu seperti hembusan angin musim semi. 


Saat bertemu denganmu di tengah musim hujan kemarin, aku sedang beku, sedang telungkup, sedang sibuk menggerus daging singkong untuk mengobati luka, aku tahu aku bodoh karena ini bukan luka bakar yang bisa dikeringkan dengan tumpukan daging singkong. Lalu untuk apa daging singkong? Aku tak pernah tahu bagaimana cara mengobati hati yang terluka. Saat bertemu denganmu [...]


Mei, bukannya aku tidak mencintaimu, tapi aku hanya ingin Juni lekas sampai di sini, menari denganku di samping hembusan angin yang menebar melodi-melodi pertemuan. Meski serobek undangan itu masih menggantung di dahan pohon Ek yang tampak mudah patah disentuh angin. Tapi semoga rindu bisa menahannya agar tidak tergoyang apalagi gugur, sebelum sepasang angka di undangan [...]


Musim semi sudah sampai di sini, Schweneberg. Ladang-ladang merekah berubah menjadi lautan kelopak warna pelangi. Kupetik satu buket tulip merah muda untuk menemanimu mengelupaskan rindu, tolong jangan kautolak. –10052012[ita] foto :: by Sean Gallup


Tentang rindu paling deras walau ruang napas tak lagi selaras kenangan kita yang takkan mengeras kangen-kangen tiap detik terus merembas Mama Rindu-rindu menyublim jadi doa Ita Cikarang, 10 Mei 2012 gambarnya


di sini kita selamanya ribuan musim menguap kita tak peduli karena waktu tak mampu membuat rasa jadi tua –08052012 [ita] foto


Nanti (hampir) malam aku akan menunjukan padamu, saat bulan terburu-buru muncul setelah matahari tenggelam, saat bulan mengejar-ngejar senja, saat bulan hampir mendahului senja, untuk menemuimu. Warna krim keju akan mencoba membuyarkan warna merah jus tomat. Mei, saat bulan ingin lebih mendekat padamu, mengucapkan selamat malam lebih cepat. Jangan lupa duduk di teras depan rumahmu, menyambutnya. [...]


Musim sudah merah jambu dan aku masih menunggumu di sisi jarum jam yang kadang tergugu menunggu surat cintamu yang ke seratusduapuluh menunggu sabtu yang mengalunkan merdu lagu buatanmu Rindu. –13042012[ita] :: foto ::


  Rindu, rintik merembas di kaca jendela. Kamu, namamu melekat di kepulan asap lembut secangkir cokelat panas. Malam ini, Mei, dan hujan. –02052012 Dan ketika malam bergumul, kuseruput kepulan namamu memasuki mimpi yang kemarin sempat kita bina bersama cawan-cawan secarta hati kita. Kamu yang tak tahu itu semua, yang tak tahu namamu terbentuk dari kabut [...]



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 112 pengikut lainnya.