Saat suara tak mau bercerita, tulisan mewakili kata-kata untuk bercerita. Di sini. Menuliskan cerita, menyimpan harapan, membingkiskan rasa, dan membolak-balik kenangan. Di sini.

Arsip Kategori: 1st chapter-nya itaita

1980-Djakarta tempo doeloe, mungkin kau sudah lupa, atau belum sempat menatap wajahnya. Kata Nenek, wajah Jakarta masih sendu, masih lugu. Belum ada mikrolet, metromini atau kopaja, belum bising, belum gelap dengan polusi. Hanya beberapa helicak, bemo atau oplet yang sempat melintas. Kau tahu helicak? Kata Nenek, bentuknya perpaduan helikopter namun cara mengendarainya seperti becak. Di [...]


Hanya terdengar bunyi telepon terangkat, tidak ada ada kata hallo atau hai apalagi ada apa? Atau apa kabar? Elisya hanya menghela napas berat, mengumpulkan semua cadangan rasa sabarnya. Kau tahu teman, cintanya terlalu besar hanya untuk marah karena Hans tak menyapanya duluan di telepon. “Hallo?” Suara Elisya bergetar, menahan gemuruh dengan rasa yang bertabrak-tabrakan dalam [...]


BAB 1“Mas, maaf mas, saya gak bawa uang receh.” Malam di sebuah kasir toko kaset dengan antrian yang cukup panjang. “Iya, iya bentar dong ah. Lo tuh ngerti ngantri gak sih?” gadis imut dengan model rambut bob nunggingnya teriak-teriak dengan handphone yang nangkring di kupingnya. “Iya, tapi ujan nih? Gila! Lagian masa kunci rumah lo [...]



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 112 pengikut lainnya.