Harusnya perempuan bodoh itu sudah pulang, berhenti menunggu, semua klu yang angin katakan. Bukannya sudah amat sangat jelas? Entah dia menunggu apa lagi? Padahal benda-benda mati di sekitarnya pun sudah tahu kalau isyarat lebih ke kiri, ke kenyataan kalau yang ditunggu tak akan berangkat dari mana-mana, tak akan sampai ke sini. Perempuan itu memang bodoh-bodoh! Sambil menunggu, rindu bukannya akan habis tapi malah menumpuk, harusnya ada yang memberitahunya tentang itu. Harusnya dia membawa telepon genggamnya di sana ada satu pesan.

“aku tak tahu akan tiba di sana atau tidak.” dari mantan kekasihnya.

langit masih cerah di sini, di tempat lain mendung, di tempat lainnya warna-warni mirip pelangi yang berceceran.

Selamat sore, untuk siapa pun yang masih betah menunggu…

Cideng Barat, 22 Februari 2012;

17.00;

gambarnya