aku ingin memberitahumu kalau rel kereta tidak patah hati. aku bisa mengajakmu membuat mereka disatukan. melepaskan mitos kalau rel selamanya hanya bersisihan tak bisa menyatu. kau mau tahu bagaimana caranya? seperti itu. kita jalan bersisihan di sepasang rel kereta, mengaitkan tangan, menyatukan jarak yang tak terlalu lebar antara sisi-sisi rel itu sebenarnya. menyusuri sampai jauh berdua, dengan jemari terkait. mengikuti arah angin, mungkin ke utara atau sesekali berbelok ke timur laut. lalu langit akan memotret kita yang masih agak terhuyung-huyung menapaki rel yang bahkan tak lebih lebar dari telapak kaki kita, yang saling menguatkan agar tak ada yang terjatuh atau keluar lintasan besi-besi yang entah di mana ujungnya, yang masih saling mengaitkan jemari. langit memotret kita, abadi. tentang rel yang tidak lagi patah hati, kerena mereka sudah disatukan, terkait, terkait jemari kita yang berpelukan sejak pagi hingga pagi lagi.
Kalau aku bosan karena kadang rel dari besi itu tampak rapuh saat kita jejaki, kau akan menemaniku berhenti dulu, duduk di sisi rel, melempar-lempar senyum, masih mengaitkan jemari, dan bercerita tentang apa pun membuang sepi dan melupakan bosan. sama-sama.
kalau kau letih karena jarak yang tak kita tahu di mana ujungnya, aku akan menemanimu berhenti dulu, duduk di sisi rel, mengaitkan kelingking dan berdoa semoga…
“Tak ada yang saling pergi sendirian setelah ini.”
“Tak ada yang meninggalkan atau ditinggalkan setelah ini, kecuali undangan kepergian dari Tuhan.”
langit masih memotret kita, abadi.
hei, kapan ya kamu ajak aku liat rel kereta, jalan bersisian di dua sisinya, atau ajak aku naik kereta ke stasiun kejutan?
17 Februari 2012;
10.25;




ardiansyahpangodarwis
ceweknya senyum-senyum sambil duduk, yang cowojnya malah manyun
hehehe
ntar saya ajak cuman ngelihat aja kan?
doi bandung banyak nih
itaita
yahaha… itu kecapean kali ya cowoknya jadinya manyun
makasih udah mampir + komen jg ya.
ardiansyahpangodarwis
hahaha
kasihan aja ceweknya
itaita
ehehe…
gambarnya nemunya yang gitu sih.
kabutpikir
keren loh… aku jadi mendadak pengen ngajak seseorang buat menyusuri rel kereta yang entah kemana akan berujung (mudah2an selamanya tak berujung)
#nyari daftar korban di hape….
itaita
cieeee…. ahaha… nyari korban niy yey. candle light dinner udah biasa itu, sekali2 ajak jalan2 di pinggir rel sambil minum cendol kayaknya keren (kenapa harus cendol?).
kabutpikir
#ngebayangin liat kereta berdua dipinggir rel sambil minum cendol….
Sweeet…. (sayang gak ada korbannya…. hehhe)
itaita
asal jangan ada kereta nyasar aja tar gak sweet lagi kecium kereta
sebenernya ini kata lain dari ngedate hemat! ahaha…
ya cari dong, bukannya penulis gampang menjerat korban, ewh… +becanda-becanda. ehehe…
kabutpikir
hemat banget… hehehhe….
dari dulu aku ngerasa kalo kereta itu romantis….
seperti yang sudah disepakati oleh semua, “penulis itu tak selalu seberuntung tulisannya.” proses jatuh dan bangun terus terjadi dalam tahun2 percintaanku… #curhat
itaita
begitulah ‘tak selalu seberuntung tulisannya’

ehem… aku jg nulis ini buat seseorang yg suka nulis tentang kereta, tapi kayaknya dia gak mungkin nyasar ke sini, apa lagi sempet2in baca tulisan aku yang kalo dia baca mungkin langsung mules2. ehehe…
tapi aku emang gak berharap dia baca sih, cuma ditulis sebagai surat2 yang mengambang. +curhat juga
Desudjia (DSK)
low aku ga mau menyelusuri rel maunya naik kereta api he….
itaita
ehehe… iya aku juga pengin naik kereta sama orang yg spesial, pasti seru ya, tukar-tukaran cerita banyak sepanjang-panjang rel dan berhenti di stasiun yang banyak kejutan dan membikin kenangan.
Mayunda Nanda Reswari
suka banget bengan tulisan itu…
kapan ya di ajakin jalan di atas rel gitu?
itaita
ehehe… makasih Mayunda
bisa kok bisa, di-SMS aja pacarnya ajak liat rel kereta
Mayunda Nanda Reswari
jawabnya pacarku “kurang kerjaan ya liat rel kereta?”
hohohohoho
paling suka sama cerpennya yang berjudul “arti sebuah penantian”
ada cerpen lainya gak ^.^
itaita
ehehe… tapi ga papa loh melakukan sesuatu yg ‘kurang kerjaan itu’ kadang2 menyenangkan. yah, udah lama gak upload cerpen di sini.
ada yg paling baru aku upload yg bulan Desember, http://1t4juwita.wordpress.com/2011/12/15/coklatnya-magenta/
Mayunda Nanda Reswari
Hhohoho
cukup membayangkannya saja sepertinya menyenangkan
sudah aku baca semua cerpen-cerpennya…
suka banget deh sama tulisan-tulisannya ^.^
itaita
ehehe…
wahh, makasih banyak ya May udah dibaca. aku udah lama gak upload cerpen. suka nyoba sengaja bikin tapi malah gak bisa selesai. aku kalo nulis enakan dadakan, kalo disengaja nulis gak beres.
Mayunda Nanda Reswari
kembali kasih
kapan2 tulis lagi ya?
biar aku baca-baca, aku pengagum tulisan-tulisan kamu
#fans berat
itaita
iya mudah2an ya bisa upload lagi kapan2.
wahh, gak usah bilang gitu ah, aku juga masih belajar. ehehe…