Saat suara tak mau bercerita, tulisan mewakili kata-kata untuk bercerita. Di sini. Menuliskan cerita, menyimpan harapan, membingkiskan rasa, dan membolak-balik kenangan. Di sini.

Arsip Bulanan: Desember 2011

Sudah satu musim aku lewati tanpa namamu. Dan meski sulit aku masih bisa berdiri. Meski aku tidak baik-baik saja saat meninggalkanmu, sekarang aku sudah sangat baik-baik saja tanpa memikirkanmu lagi. Tapi tiba-tiba angin kirim undangan, kita akan bertemu beberapa puluh jam lagi. Kalau cuaca tak mengacaukan jadwal. Aku sudah terlanjur berjanji pada langit untuk datang, [...]


Saat ini aku berdebar bukan karena warna langit yang romantis, atau suara angin yang merayu-rayu. Tapi karena kau diam saja. Titip salam pada kelopak mawar merah jambu, “apa kau baik2 saja?” *** “If You Can’t Understand My Silence, You’ll Never Understand My Words” –anonim gambarnya! 28 Desember 2011–12.45


Dia masih betah di bawah hujan. Hujan-hujanan. Sendirian. Hujannya warna hitam. Hitam seperti kemarin.


Bagaimana kalau aku hilang di tengah jalan itu? Tertelan rasa yang tak bisa kukendalikan tanpamu. Apa kau akan mencariku? Atau akan tetap acuh. Bagaimana kalau ada yang menarik lenganku dari genggamanmu? Lalu aku limbung. Apa kau akan menahanku? Atau akan tetap acuh… thx 4 pic, here! 24 Desember 2011; 10.32 pm;


Jembatan tak bernama ini bisakah kita lalui? Aku takkan bisa jika harus menyusuri ini seorang diri. Sungguh. Dan demi cinta, genggam tanganku. Kita bertemu di sana. Lalu duduk di sana. Bercerita. Tentang rasa. Tentang kita. Tentang apapun. Bisikkanlah.. Kalau kau akan terus menggenggam tanganku meski ada jarak ribuan mil di depan sana. Demi cinta, aku [...]


“Hei, sudah mau pergi lagi? Baru juga sampai.” Dia tak menoleh masih mendorong gerobaknya. Menjauh. Aku mengejarnya, setengah berlari di tengah gerimis. “Apa isi gerobak dorongmu?” “Masa lalu,” katanya. Dan hilang.


satu, dua, tiga, kata, lalu jadi banyak sekali, rasaku hanya cukup dituliskan


Coba ke sini sebentar Mendekat Kita perlu saling membaca hati Baca hatiku lebih teliti Dan kau akan tahu Hampir Sore, 22 Desember 2011


Cinta yang tak butuh balasan, tak menuntut, tak peduli janji terpenuhi atau tidak, tak menuntut syarat apa pun, cinta selalu punya waktu untuk menunggu, rindu dan memberi tempat untuk beberapa potong maaf lagi dan lagi. Tentang kata tulus yang setulus-tulusnya. Cinta itu seperti Mama. Selamat Hari Ibu. Ribuan doa tentangmu hari ini, Mah. ^_^ Tuhan, [...]


Sudah siang Langit masih saja dingin Hei, ayo kita berteduh dulu Berdua Berbincang Butuh dua cangkir hangat Ayo berteduh dulu Sampai hati kita ikut meneduh Lalu kembali hangat Semoga tidak hujan deras ya Ya, semoga… Hanya warna langitnya masih tak karuan Aku ingin mendengarmu bilang, Tenang saja tak ada yang perlu dibuat cemas. Langit akan [...]



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 112 pengikut lainnya.